Istri Figuran

Istri Figuran
Apa yang aku lakukan?


__ADS_3

Karena waktu sudah semakin beranjak sore, Hanum pun berpamitan pada Sally untuk menjemput putranya yang sedang bermain bersama Arthur. Ia berniat mengajak Divan kembali ke pondok dan menyuruhnya untuk membersihkan diri.


Sesampainya di depan tenda penginapan Dio dan Marvel, dilihatnya Arthur sedang bermain bola bersama Divan. Entah dari mana bola itu mereka dapatkan Hanum tidak memperdulikannya yang jelas saat ini tujuannya adalah menjemput Divan.


"Divan." Panggil Hanum pada putranya yang baru saja menendang bola.


"Mamah." Divan mengalihkan pandangannya dari bola ke arah Hanum berada.


"Kemarilah, Nak." Pinta Hanum lembut.


Divan mengangguk lalu segera berlari ke arah Hanum berada. Arthur pun mengambil bola yang tadi ditendang Divan dan membawanya ke arah Dio dan Marvel kini berada.


"Divan, ayo kembali ke pondok. Kau sudah harus membersihkan tubuhmu." Ajak Hanum pada Divan.


Mendengar perkataan Hanum membuat Divan menoleh ke arah Arthur dan papanya berada.


"Tapi Divan dan Arthur masih bermain, Mah." Jawab Divan.


Hanum menggelengkan kepalanya. "Bermainnya dilanjutkan besok saja. Sekarang saatnya Divan untuk mandi." Titah Hanum.


Divan akhirnya mengangguk mengiyakan perkataan Hanum walau saat ini ia masih belum puas bermain bersama dengan Arthur.


"Pamit sama Papah dulu ya, Mah." Pinta Divan.

__ADS_1


"Ayo Mama temani." Ajak Hanum.


Divan mengiyakannya lalu mereka pun melangkah ke arah Dio berada.


"Arthur, aku ikut Mamah dulu ya. Besok kita sambung lagi." Ucap Divan lebih dulu pada Arthur.


"Baiklah. Aku juga ingin mandi dengan Ayah." Jawab Arthur.


Hanum tersenyum menatap interaksi antara Divan dan Arthur. Senyuman manis Hanum pun dapat dilihat oleh Dio yang sejak tadi memang memperhatikannya.


"Dio, Marvel, kalau begitu aku bawa Divan kembali ke pondok dulu." Pamit Hanum pada dua pria yang sedang memperhatikannya.


"Baiklah. Sampai bertemu nanti malam." Jawab Marvel sedangkan Dio hanya diam saja menatap wajah Hanum intens.


"Apa kau bisu hingga tidak menjawab perkataan istrimu?" Sindir Marvel.


"Tidak. Aku hanya sedang malas berbicara." Jawab Dio lalu mengalihkan pandangan ke arah lain.


Marvel mendecakkan lidahnya. "Sungguh pandai sekali kau berbohong. Bilang saja jika kau merasa gugup berdekatan dengan istrimu." Cibir Marvel.


"Diamlah atau ku patahkan tanganmu!" Ancam Dio.


"Ayah..." Arthur pun angkat suara karena mendengar Dio mengancam ayahnya. "Om jangan mengancam Ayah seperti itu." Ucap Arthur.

__ADS_1


"Bukan, Om hanya bercanda." Ucap Dio cepat tak ingin Arthur salah paham.


Marvel melipat bibirnya. Ia merasa senang jika Dio merasa disudutkan seperti saat ini.


Melihat wajah Marvel yang sedang mengejeknya membuat Dio mendengus dan memilih masuk ke dalam tenda karena ia berniat untuk membersihkan dirinya.


"Ayo kita mandi sebelum waktu beranjak malam." Ajak Marvel pada putranya.


"Baik, Ayah." Jawab Arthur patuh.


Dio yang saat ini sedang berada di dalam tenda nampak tengah berfikir tentang apa yang ia lakukan saat ini.


"Kenapa aku sampai repot-repot mau menyusulnya ke sini? Ini sungguh konyol." Ucapnya pelan pada dirinya sendiri.


Marvel yang hendak masuk ke dalam tenda dan mendengarkan perkataan Dio nampak menyunggingkan senyumannya karena sahabatnya mulai memikirkan tentang apa yang dilakukannya saat ini.


"Itu karena kau peduli padanya." Jawab Marvel setelah masuk ke dalam tenda.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2