Istri Figuran

Istri Figuran
Akhirnya launching


__ADS_3

Tak berselang lama, Dokter yang memeriksa keadaan Hanum pun keluar.


Dio yang melihatnya pun langsung saja bertanya bagaimana dengan keadaan istrinya tersebut.


"Bagaimana keadaan istri saya? Apa istri saya sudah mau melahirkan?" Tanya Dio cepat.


"Belum, Tuan. Saat ini Nona Hanum masih mengalami pembukan tujuh." Jawabnya dan menjelaskan dengan detail apa yang dialami Hanum saat ini.


Dio yang mendengarkannya pun dibuat harap-harap cemas menanti kelahiran buah hatinya itu. Setelah mendengarkan perkataan dokter, Dio pun segera masuk ke dalam ruangan untuk menemani istrinya.


Sedangkan Bu Shanty memilih menghubungi orang yang bekerja di rumah Dio untuk mengantarkan tas perlengkapan bayi Hanum yang sudah Hanum persiapkan di dalam kamarnya.


Bu Shanty pun tiba-tiba saja teringat dengan Divan yang saat ini sepertinya masih tertidur di dalam kamarnya. "Divan, maafkan Nenek karena meninggalkanmu di saat tidur." Gumam Bu Shanty.


Beberapa saat kemudian. Kontraksi yang dirasakan Hanum semakin kuat. Bayi yang ada di dalam perutnya kini terasa sudah tidak sabar keluar dari dalam rahimnya untuk melihat dunia.


Dio yang melihat istrinya semakin kesakitan pun segera meminta dokter untuk memeriksakan kondisi istrinya kembali.


Dan setelah melakukan pemeriksaan, Dokter pun mengatakan jika bayi mereka sudah siap untuk dilahirkan.


Hanum pun segera dipindahkan ke ruangan persalinan yang sudah dipersiapkan dan Dio terus menemani istrinya itu sampai ke dalam ruangan persalinan.

__ADS_1


"Mama, Dio mohon doakan Hanum agar persalinannya berjalan dengan lancar." Ucap Dio pada Bu Shanty sebelum Bu Shanty keluar dari dalam ruangan persalinan.


Bu Shanty mengiyakannya. Tanpa Dio minta pun ia sudah mendoakan yang terbaik untuk menantu dan cucunya itu. Saat sudah berada di luar ruangan persalinan, Papa Irfan pun datang dengan berjalan tergesa-gesa ke arah Bu Shanty.


"Bagaimana keadaan Hanum saat ini?" Tanya Papa Irfan.


"Hanum sudah mau melahirkan dan sedang dilakukan tindakan di dalam ruangan persalinan." Jawab Bu Shanty.


Papa Irfan mengusap wajahnya. Ia pun merafalkan doa yang terbaik untuk persalinan anak sematawayangnya itu.


Di dalam ruangan persalinan, Dio nampak memegang sebelah tangan Hanum memberikan kekuatan pada Hanum untuk melahirkan bayi mereka ke dunia.


Hanum tak menjawab perkataan Dio karena kini ia sedang fokus mengejan sesuai dengan arahan dokter.


"Ayo sekali lagi, Nona. Lebih kuat." Ucap Dokter kembali mengarahkan Hanum.


Hanum kembali mengejan dengan sekuat tenaganya hingga akhirnya bayi mungil yang masih bewarna merah itu lahir ke dunia.


Oek


Oek

__ADS_1


Suara tangis bayi yang terdengar sangat nyaring di dalam ruangan persalinan membuat perasaan Dio terasa lega.


"Tuan, Nona, ini bayi kalian." Ucap Dokter memperlihatkan wajah bayi mereka.


Hanum dan Dio tersenyum haru dan meneteskan air mata.


"Terima kasih, Sayang." Ucap Dio lalu memberikan banyak ciuman di wajah istrinya tanpa merasa malu jika kini ada perawat dan dokter di sekitar mereka.


Hanum yang masih merasa lemah hanya diam dengan wajah tersenyum.


Bu Shanty dan Papa Irfan yang menunggu di luar ruangan persalinan pun menghela nafas lega setelah mendengar Hanum sudah berhasil melahirkan bayinya dan keadaanya kini baik-baik saja.


"Kita sudah menjadi seorang Nenek dan Kakek." Ucap Bu Shanty sambil menangis bahagia pada Papa Irfan.


***


Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Noda Menjadi yang Kedua, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗

__ADS_1


__ADS_2