
Kebahagiaan kini tengah menyelimuti sepasang pengantin yang tidak baru lagi itu setelah melewati malam panas. Mereka berdua terlalu larut dalam kebahagiaan yang diciptakan hingga tidak sadar jika saya ini ada seseorang yang tengah menatap aktivitas mereka yang sedang bertukar saliva dari atas balkon.
"Ini benar-benar menyebalkan." Yani menggerutu. Wanita yang sudah lama menyukai Dio itu benar-benar dibuat cemburu melihat kedekatan Dio dengan istrinya.
Satu tahun yang lalu sebelum Hanum menikah dengan Dio, suami Hanum beserta ketiga sahabatnya pernah menyewa villa yang berada tidak jauh dari villa yang Hanum dan Dio tempati saat ini untuk liburan bersama. Dan saat itu Yanilah yang diminta pemilik Villa untuk menjadi pelayan di villa tersebut. Saat itu Yani menaruh rasa pada Dio yang ia ketahui masih single dan memiliki sikap yang humoris dan baik hati hingga membuatnya terpukau.
Dan saat ini saat pria itu kembali ternyata pria yang disukainya itu sudah memiliki seorang istri hingga membuat Yani begitu patah hati apalagi sampai melihat kemesraan di antara keduanya. "Harusnya aku yang ada di sana bukan dia." Gerutu Yani menatap tak suka pada Hanum.
Anggaplah saat ini Yani seperti wanita yang tidak tahu diri. Sikapnya saat ini hanyalah semata karena ia begitu mengagumi Dio dan berharap pria itu juga memiliki rasa yang sama dengannya saat sudah kembali ke villa. Agh, ternyata Yani memiliki angan yang sangat tinggi berharap disukai oleh pria seperti Dio.
*
Setelah melewati pagi dengan sarapan bersama dan berenang diselingi canda tawa dan kejahilan Dio, akhirnya sepasang pengantin itu kembali ke dalam kamar mereka. Setelah berada di dalam kamar Dio langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang dan diikuti Hanum setelahnya.
"Rasanya aku lelah sekali padahal tidak melakukan apa-apa selain dijahili olehmu." Keluh Hanum.
__ADS_1
Dio tertawa mendengarnya. "Mungkin kau merasa lelah karena melayaniku dengan semangat tadi malam." Kelakar Dio.
Hanum yang merasa malu mendengarkannya mencubit kecil lengan Dio hingga membuat pria itu meringis namun tidak ingin memarahi istrinya.
"Kau sudah berada menyiksaku ya." Ucap Dio dengan tatapan berubah mesum.
"Tidak. Itu karena kau menyebalkan." Jawab Hanum mulai merasa takut melihat tatapn Dio.
Dio hampir saja tertawa melihat ketakutan di wajah istrinya. Ia menarik tubuh Hanum dan menenggelamkan wajah Hanum di dada bidangnya. "Tenanglah, aku tidak akan melakukan apa-apa siang ini." Ucapnya menenangkan Hanum.
"Tidak ada maksud apa-apa. Sekarang istirahatlah." Jawab Dio sambil memejamkan mata.
"Aku tidak bisa istirahat jika seperti ini. Kau membuat tubuhku sesak." Menggoyangkan tubuhnya yang berada di dalam dekapan Dio sebagai bentu pemberontakan.
Dio pun melepaskan tubuh Hanum dari dekapannya karena tidak ingin membuat wanita itu merasa sesak. "Letakkan kembali kepalamu di sini!" Titah Dio menunjuk lengannya.
__ADS_1
"Tapi." Hanum hendak menolak namun tatapan Dio kembali mengurungkan niatnya. Terpaksa Hanum menuruti keinginan suaminya itu denga menaruh kepalanya di lengan Dio. "Manis." Ucapnya sambil mengusap kepala Hanum.
"Kau tidak bisa jika tidak mengancamku ya." Gerutu Hanum.
Dio hanya tersenyum lalu memejamkan kedua kelopak matanya kembali. Merasa matanya mulai mengantuk seperti Dio, Hanum pun ikut memejamkan kedua kelopak matanya.
"Selamat tidur siang." Ucap Dio lalu membawa tubuh Hanum kembali ke dalam pelukannya.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗
__ADS_1