
"Terserah kau saja. Kemana pun kau pergi dan dengan siapa, itu bukanlah urusanku." Jawab Dio tak sesuai dengan hatinya.
Hanum tersenyum miring mendengarnya. Harusnya ia tidak sampai berpemikiran jika Dio tadinya mulai peduli padanya dan anaknya. Hanum pun memilih diam tak menanggapi perkataan Dio.
"Kita berangkat ke rumah Nenek sekarang!" Ucap Dio kemudian setelah bangkit dari atas sofa.
Hanum mengangguk saja dan mengikuti langkah Dio keluar dari dalam apartemen.
Selama dalam perjalanan menuju rumah Nenek Eno, Hanum memilih diam seperti biasanya begitu pun dengan Dio. Karena perjalanan yang cukup lama karena macet ditambah tubuhnya yang sudah sangat lelah bekerja seharian membuat Hanum tanpa sadar tertidur di atas mobil.
Dio yang baru menyadari istrinya tertidur saat sedang berhenti di lampu merah nampak menatap wajah Hanum dengan intens. Ada perasaan damai yang ia rasakan saat ini setelah melihat wajah cantik Hanum. Perasaan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya saat bersama wanita mana pun termasuk Calista.
Dio segera menyadarkan dirinya agar tidak terlalu larut dengan hati dan pemikirannya saat ini. Ia memilih menatap ke arah lain sebagai cara agar tidak melihat wajah Hanum kembali.
Mobil pun kembali melaju saat rambu lalu lintas sudah menunjukkan warna hijau. Dio memilih melajukan mobilnya dengan sedikit pelan agar tak mengganggu Hanum yang sedang tertidur. Ia tahu istrinya itu sedang lelah setelah seharian bekerja di perusahaan Daniel.
Beberapa menit berlalu, mobil milik Dio akhirnya sampai di depan rumah Nenek Eno. Dio menoleh ke arah samping dimana Hanum masih terlihat tertidur di sana. Dio menghela nafasnya. Merasa bingung bagaimana cara membangunkan Hanum tanpa menyentuhnya.
__ADS_1
Dio pun memilih cara bodoh dengan berdiam diri di dalam mobil menunggu Hanum terjaga dari tidurnya. Sepuluh menit menunggu sambil memainkan ponselnya, Dio dikejutkan dengan ketukan pintu dari luar mobilnya. Agh, ternyata Digo pelakunya. Dio segera menurunkan kaca mobilnya dan menanyakan maksud adiknya itu.
"Kenapa Kakak tidak kunjung keluar dari dalam mobil?" Tanya Digo.
Dio menolehkan kepalanya ke arah Hanum berada hingga membuat Digo turut menatap ke arah Hanum.
"Dia penyebabnya." Ucap Dio datar.
Digo dibuat bingung. Akhirnya ia memundurkan langkahnya karena Dio ingin membuka pintu mobil.
"Bangunkan dia dan minta untul masuk ke dalam rumah." Titah Dio setelah keluar dari dalam mobil.
Akhirnya Dio pun membuka pintu mobil dan berusaha membangunkan Hanum yang sedang tertidur. Sedangkan Dio sudah nampak masuk ke dalam rumah.
"Kak Hanum, bangun." Ucap Digo untuk yang kedua kalinya.
Perlahan kedua mata yang tertutup itu pun terbuka. Hanum memicingkan matanya lalu menggosok kedua kelopak matanya untuk memastikan siapa pria yang tengah membangunkannya saat ini.
__ADS_1
"Digo?" Ucap Hanum kemudian setelah penglihatannya jelas.
"Ya. Ayo bangun dan masuk ke rumah, Kak. Sudah cukup lama Kakak tertidur di dalam mobil." Ajak Digo.
"Apa?" Hanum terkejut mendengarnya. Ia tak melanjutkan pertanyaannya karena Digo sudah lebih dulu mengeluarkan tubuhnya dari dalam mobil Dio.
Hanum pun segera keluar dari dalam mobil dengan mata yang masih mengantuk.
"Kemana Dio? Bukankah tadi Kakak datang bersamanya?" Tanya Hanum pada Digo.
"Kak Dio sudah masuk ke dalam rumah, Kak." Jawab Digo seadanya.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.