
Tak membutuhkan waktu lama Papa Irfan kini sudah berada di panti asuhan Pelita. Seorang pemilik panti asuhan nampak menghampirinya dan menanyakan tujuan Papa Irfan datang. Pemilik panti asuhan pun mengajak Papa Irfan masuk ke dalam ruangannya untuk menunggu berkas-berkas yang diperlukan Papa Irfan diambil di ruangan arsip.
"Anda tidak apa-apa, Tuan?" Pemilik panti asuhan itu nampak cemas melihat wajah Papa Irfan yang nampak pucat.
"Saya tidak apa-apa." Jawab Papa Irfan. Ia tidak perduli dengan kondisi tubuhnya saat ini. Yang jelas ia sangat ingin bukti-bukti itu berada di depan matanya saat ini.
Petugas panti asuhan yang sudah kembali dari ruangan araip pun memperlihatkan berkas arsip lima tahun yang lalu. Papa Irfan dengan tidak sabar membaca selembar surat yang sudah bertanda tangankan sebuah materai yang menjelaskan jika istrinya yang bernama Jelita mengadopsi seorang anak laki-laki yatim piatu yang bernama Vito Sanjaya.
"Jadi benar istri saya mengadopsi seorang anak dari sini?" Hembusan nafas Papa Irfan mulai tak beraturan. Pria paruh baya itu pun memegang dadanya yang tiba-tiba sakit.
"Tuan, anda tidak apa-apa?" Pemilik panti asuhan nampak panik.
Papa Irfan tak menjawab karena dadanya terasa semakin sakit.
"Ratih, ayo cepat ambilkan minum untuk Tuan Irfan!" Titah pemilik panti.
__ADS_1
Wanita muda bernama Ratih itu mengiyakannya lalu pergi ke arah belakang panti untuk mengambil minum. Tak berselang lama wanita itu telah kembali dan memberikan air putih pada Papa Irfan.
Papa Irfan meneguk segelas air putih itu hingga tandas. Setelah menghabiskan segelas air barulah rasa sakit yang tadi ia rasakan di dadanya sedikit berkurang. Ia pun mengatur nafasnya agar stabil kembali.
"Apa masih sakit, Tuan?" Pemilik panti masih nampak panik dan cemas.
Papa Irfan mengangguk. Ia pun menyebutkan sebuah permintaan pada pemilik panti untuk ikut dengannya. Awalnya pemilik panti nampak ragu. Namun setelah menyebutkan tujuannya untuk membongkar kebohongan istrinya membuat pemilik panti pun mengiyakannya.
Selama berada di dalam perjalanan menuju kediamannya kembali, kedua bola Papa Irfan nampak berkaca-kaca mengingat putrinya yang sudah ia campakkan beberapa tahun lalu tanpa mau mendengarkan penjelasan dari putrinya itu.
Pria yang tak lagi muda itu terus melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang hingga akhirnya tiba di rumahnya saat hari sudah nampak gelap.
Mama Jelita yang sejak tadi menunggu suaminya pulang pun keluar dari dalam rumah saat mendengar suara deru mesin mobil milik suaminya.
Cita yang sedang duduk bersama Mama Jelita pun turut mengikuti Mamanya ke depan rumah.
__ADS_1
"Papah?" Ucap Mama Jelita saat Papa Irfan keluar dari dalam mobil.
Papa Irfan tak menggubris perkataan istrinya. Ia menatap istri keduanya itu dengan tatapan tajam sambil terus melangkah mendekati istrinya.
Mama Jelita yang melihat tatapan berbeda yang diperlihatkan oleh suaminya pun dibuat bingung ada apa dengan suaminya itu. Kebingungan di wajah Mama Jelita pun berubah menjadi terkejut saat melihat seorang wanita paruh baya keluar dari dalam mobil milik suaminya.
"Bu Ridha?" Gumamnya pelan dengan kedua mata membola.
"Bisakah kau menjelaskan apa yang terjadi lima tahun lalu?" Tanya Papa Irfan dengan wajah yang nampak menahan amarah.
***
Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗