Istri Figuran

Istri Figuran
Melewatkan banyak waktu


__ADS_3

Sore harinya. Dio yang pulang lebih awal dari waktu pulang bekerja kini sudah berada di depan gedung perusahaan Alexander. Sore ini sesuai janjinya pada Hanum ia akan datang menjemput istrinya itu pulang bekerja. Hanum yang sudah pulang dan kini sudah berada di luar gedung perusahaan pun tersenyum melihat mobil suaminya.


"Sudah lama menunggunya?" Tanya Hanum setelah masuk ke dalam mobil milik Dio.


"Tidak. Aku baru saja sampai." Jawab Dio seadanya.


Hanum mengembangkan senyumannya. Melihat manisnya senyum istrinya membuat Dio tak kuasa untuk mengusap kepala istrinya tersebut. "Jangan bersikap menggemaskan. Aku jadi tidak sabar untuk melahapmu." Kelakarnya.


Hanum tertawa mendengarnya. "Ayo jalankan mobilnya." Ucap Hanum kemudian saat melihat sudah banyak karyawan yang keluar dari dalam gedung perusahaan Alexander.


Dio mengiyakannya lalu melajukan mobilnya keluar dari area perusahaan Alexander.


"Bagaimana pekerjaanmu hari ini. Apa berjalan lancar?" Tanya Dio pada Hanum saat mobil sudah melaju di jalan raya.


Hanum menganggukkan kepalanya. "Cukup lancar dan menyenangkan." Jawabnya.

__ADS_1


"Apa kau merasa senang bisa kembali bekerja?" Tanya Dio.


"Ya begitulah. Rasanya aku sangat senang jika bisa kembali bekerja. Terima kasih ya karena kau sudah membolehkan aku untuk bekerja kembali." Ucap Hanum lembut.


"Tidak perlu berterima kasih. Aku akan memberikan dan melakukan apapun itu demi kebahagiaanmu dan anak-anak kita." Jawab Dio tak kalah lembut.


Hanum merasa haru mendengarnya. Semenjak menikah dengan Dio ia merasa cukup banyak ada perubahan di dalam dirinya dan Divan. Bagaimana tidak, dengan menikah dengan Dio, ia dan Divan mendapatkan kasih sayang yang berlimpah dari keluarga Dio. Dan setelah Dio mau belajar menerima dirinya, kasih sayang kepada mereka pun semakin bertambah dengan kasih sayang yang Dio berikan.


"Aku tidak menyangka jika Tuhan akan memberikan jodoh sebaik dirimu kepadaku. Aku sangat bersyukur bisa memiliki dirimu." Ucap Hanum sambil menatap pada Dio.


"Berarti kita sama-sama beruntung?" Tanya Hanum dan dibalas dengan tawa di wajah Dio.


Mobil milik Dio terus melaju membelah jalanan yang cukup padat sore itu. Sebelum pulang ke apartemen, Dio menyempatkan lebih dulu singgah di toko mainan untuk membelikan mainan baru untuk putranya.


"Kenapa membelikan Divan mainan lagi? Mainan Divan sudah cukup banyak di apartemen." Protes Hanum saat melihat Dio masuk ke dalam mobil sambil membawa mainan robot di tangannya.

__ADS_1


"Aku lihat Divan akhir-akhir ini suka sekali merakit robot. Jadi aku pikir untuk membelikannya rakitan robot baru untuknya." Jawab Dio.


Hanum terdiam tak menjawab perkataan Dio karena kini ia berpikir jika Dio lebih banyak tahu perkembangan putranya dibandingkan dirinya. Semenjak hamil muda Hanum memang banyak melewatkan waktu bersama Divan karena ia lebih banyak tidur di dalam kamarnya. Dan kini di saat keadaanya sudah semakin membaik Hanum justru sibuk dengan bekerja.


Mengingat hal itu membuat Hanum menjadi sedih dan merasa bersalah pada putranya itu.


"Hei, kau menangis?" Tanya Dio saat melihat air mata jatuh membasahi pipi istrinya.


Hanum menganggukkan kepalanya lalu mengusap air mata yang jatuh di pipinya. "Aku sedih karena sudah melewatkan banyak waktu bersama Divan." Jawab Hanum jujur.


***


Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Noda Menjadi yang Kedua, ya🖤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2