Istri Figuran

Istri Figuran
Tiba-tiba baik


__ADS_3

Malam sudah semakin larut, namun Hanum nampak belum juga tidur karena dipusingkan dengan banyaknya pesan masuk ke dalam ponselnya yang didominasi dari rekan kerjanya dulu saat bekerja di perusahaan Mahesa.


Dio yang baru saja masuk ke dalam kamar setelah meletakkan laptopnya di ruangan kerjanya pun menghampiri istrinya yang nampak fokus pada ponselnya.


"Ada apa?" Tanya Dio sambil mencuri pandang pada layar ponsel Hanum yang sedang menyala namun tak dapat melihat dengan jelas apa yang Hanum baca di layar ponselnya.


"Kau lihat ini." Hanum menunjukkan dua puluh lebih pesan masuk dari rekan kerjanya dulu pada Dio.


Dio menarik salah satu sudut bibirnya ke samping hingga memperlihatkan senyuman sinis. "Kenapa? Apa kau bingung kenapa mereka tiba-tiba menghubungimu dan bersikap baik kepadamu?" Tebak Dio.


Hanum mengangguk mengiyakannya.


"Seharusnya kau tidak perlu bingung. Kau seharusnya sudah tahu apa yang akan terjadi setelah Papa memperkenalkanmu sebagai istri dari anaknya. Pastilah saat ini banyak penjilat dari perusahaan Papa yang berada di Bandung menghubungimu." Ucap Dio.


Hanum diam dan berpikir. Tidak butuh waktu lama untuk ia mencerna perkataan suaminya itu. Melihat istrinya yang sepertinya sudah mengerti maksud perkataannya, Dio pun melanjutkan perkataannya.

__ADS_1


"Kau tidak lupa bukan jika selama bekerja di perusahaan Papa mereka selalu bersikap buruk kepadamu? Jadi saat ini mereka berbasa-basi menghubungimu karena takut diadukan olehmu pada Papa. Mereka pasti takut karir mereka akan hancur:" Jelas Dio.


"Aku mengerti. Tapi aku dibuat pusing oleh mereka. Aku sudah memaafkan semua orang yang berbuat jahat kepadaku, jadi mereka tidak perlu repot-repot mengirimkan pesan begini kepadaku. Lagi pula tidak ada sedikit pun niatku ingin mengadukan mereka pada Papa." Jawab Hanum dengan wajah yang nampak lelah.


"Jika kau merasa tidak suka maka matikan saja data seluler dan wifi yang tersambung. Kau tidak lagi akan mendengar notifikasi masuk ke dalam whatsappmu. Bahkan kalau kau mau kau bisa mematikan daya ponselmu." Saran Dio.


"Sepertinya cukup membantu." Ucap Hanum lalu melakukan apa yang Dio katakan.


Melihat istrinya yang sudah tak lagi sibuk dengan ponselnya dan kini sedang berbaring di atas ranjang membuat Dio tersenyum menyeringai.


Bulu kuduk Hanum dibuat merinding. Ia menatap pada Dio yang nampak memasang wajah mesumnya.


"Kau ingin apa?" Tanya Hanum terbata saat Dio tiba-tiba saja mencium area lehernya.


Dio hanya diam saja sambil terus melanjutkan kegiatan bibirnya yang saat ini sedang asik menelusuri setiap bagian leher istrinya.

__ADS_1


"Dio..." kedua mata Hanum dibuat tertutup dan terbuka menikmati sentuhan lembut dari suaminya.


Melihat reaksi Hanum saat ini tentu saja membuat Dio sangat senang hingga akhirnya melakukan pergerakan tangan untuk membuat istrinya semakin terbuat.


"Dio, apa kau tidak lelah?" Tanya Hanum di sisa-sisa akal sehatnya.


"Tidak. Aku sangat bersemangat jika seperti ini." Jawab Dio dengan tangan yang sudah nakal masuk ke dalam piyama istrinya.


"Ta-tapi kau sudah cukup banyak menghabiskan waktu di luar hari ini. Lebih baik sekarang kau istirahat saja." Ucap Hanum masih berusaha mengompori suaminya agar menghentikan kegiatannya.


****


Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2