
Tanpa membuang waktu lama setelah panggilan telefon dari Daniel terputus Marvel langsung saja menghubungi Dio dan meminta Dio untuk pulang ke apartemennya malam ini. Marvel pun mengatakan dengan tegas jika Dio tidak pulang ke apartemennya malam ini maka ia tidak akan mengizinkan lagi Dio menginap di apartemen miliknya.
Tentu saja mendapatkan ancaman sekaligus perintah dari Marvel membuat Dio mau tidak mau menurutinya. Lagi pula Dio masih membutuhkan bantuan Marvel mencari lahan untuk cabang cafe barunya.
Akhirnya sore itu Dio pun kembali ke apartemennya dan hanya melihat keberadaan Divan yang sedang bermain di ruang tamu bersama pengasuhnya.
"Papah pulang?" Divan tersenyum senang menatap pada Dio.
Dio pun mencoba untuk tersenyum membalas senyuman anak sambungnya itu.
"Apa kau sudah makan?" Tanya Dio.
Divan mengangguk. "Sudah siang tadi bersama Bibi, Pah." Jawab Divan.
"Baiklah, kalau begitu lanjutkan lah bermainnya Papa ingin ke kamar dulu." Pamit Dio.
Divan menganggukkan kepalanya. Divan pun menatap kepergian Dio dengan senyuman manis di wajah tampannya.
"Apa Divan begitu senang melihat Papa sudah pulang?" Tanya Bibi pada Divan.
Divan mengangguk dengan cepat. "Sangat senang, Bibi. Malam ini Divan bisa makan malam bersama lagi dengan Papa." Ucap Divan.
__ADS_1
Bibi tersenyum mendengarnya. Sedikit banyaknya ia sudah mengetahui siapa Divan di dalam hidup Dio. Melihat majikannya yang bersikap baik pada anak sambungnya tentu saja membuat Bibi merasa senang karena ia bisa menyampaikan perkembangan sikap baik Dio pada Bu Shanty yang setiap hari selalu meminta info tentang rumah tangga Dio dan Hanum kepadanya.
Ya, tanpa sepengetahuan Hanum Baby sister yang sedang bekerja dengannya saat ini adalah Baby sister suruhan Bu Shanty yang bukan hanya bertugas menjaga Divan melainkan menjadi mata-mata untuknya juga.
*
Satu jam berlalu setelah Dio pulang ke apartemen, Hanum pun nampak sudah pulang ke apartemen. Dilihatnya Divan sedang fokus bermain dengan pengasuhnya dan tidak menyadari kepulangannya.
"Divan..." ucap Hanum lembut sambil melangkah mendekati Divan.
"Mamah!" Divan meninggalkan mainannya begitu saja dan langsung berlari ke arah Hanum dan seperti biasa memeluk kaki Hanum.
"Kenapa sepertinya Divan senang sekali sore ini?" Tanya Hanum sambil mengusap kepala Divan.
"Papa pulang?" Ulang Hanum merasa terkejut mendengarnya.
Divan menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Emh, kalau begitu Mama ke atas dulu ingin menyusul Papa, ya. Divan tunggu sebentar di sini." Pinta Hanum. Ia sudah merasa tidak sabar bertemu dengan suaminya dan menanyakan maksud Dio memberikan sebuah motor untuknya.
"Baik, Ma." Jawab Divan patuh.
__ADS_1
Hanum pun beranjak dari hadapan Divan dan menyempatkan menghampiri pengasuh Divan lebih dulu untuk memintanya pulang. Setelahnya Hanum segera beranjak menuju tangga dan menaikinya untuk menuju kamarnya.
Ceklek
Suara pintu yang terbuka dari luar tak menghentikan kegiatan Dio yang sedang asik berbalas pesan dengan kekasihnya.
Hanum melangkah mendekati Dio tanpa rasa ragu sedikit pun. "Bisa kita berbicara sebentar?" Tanya Hanum pada Dio.
Dio seketika menghentikan kegiatannya. Ia mendongak menatap wajah Hanum. "Ada apa?" Tanyanya.
"Aku ingin membahas tentang motor pemberian darimu." Ucap Hanum.
Dio tak langsung menjawabnya justru menatap wajah datar Hanum dengan intens. "Duduklah." Pintanya sambil menggeser tubuhnya.
Hanum mengiyakannya lalu duduk di sofa yang sama dengan Dio.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.