
Wajah Sally kembali murung mendengar jawaban Hanum tentang pengunduran dirinya. Namun walau pun begitu Sally mencoba menghargai keputusan Hanum yang ingin berhenti dari pekerjaannya.
"Semoga saja setelah Hanum berhenti nanti kita akan mendapatkan rekan kerja yang baik hati seperti Hanum lagi." Harap Sally dan diaminkan oleh Gaga dan Alfin.
*
Satu minggu kemudian. Hanum sudah berhenti dari pekerjaannya dan kini hanya fokus mengurus rumah tangga dan menjaga kesehatan diri dan kandungannya. Hanum, Dio dan Divan juga sudah pindah ke rumah baru mereka yang berada tidak terlalu jauh dari kediaman Daniel dan Naina berada.
"Jika kau merasa bosan berada di rumah kau bisa meminta sopir mengantarkanmu bermain ke rumah sahabat-sahabatku untuk bermain bersama istri mereka." Pesan Dio pada Hanum.
"Saat ini aku belum merasa bosan. Aku masih banyak menghabiskan waktuku untuk tidur dan istirahat." Jawab Hanum apa adanya. Semakin hari tubuhnya terasa semakin cepat lelah dan mengantuk jadi Hanum memilih lebih banyak menghabiskan waktu untuk istirahat dari pada bermain di luar.
"Baiklah kalau begitu." Dio mengusap kepala istrinya itu dengan sayang. "Oh ya. Besok pagi Richard mengajak kita untuk berkunjung ke rumahnya." Ucap Dio mengingat pesan dari sepupunya itu.
"Benarkah? Lalu apa kau menyetujuinya?" Tanya Hanum mengingat suaminya itu selalu saja suka berdebat dengan sepupu bulenya itu.
"Ya, aku menyetujuinya. Richard bukan hanya mengajak kita saja tapi juga mengajak Papamu untuk datang ke rumahnya." Jawab Dio.
"Apa? Kak Richard juga mengajak Papa?" Tanya Hanum cukup terkejut.
__ADS_1
"Ya, katanya dia ingin mengajak kita sekalian makan bersama di rumahnya."
"Oh..." Hanum mengangguk anggukkan kepalanya tanda mengerti.
Setelah cukup berbicara dengan istrinya malam itu, akhirnya Dio pun mengajak Hanum untuk tidur karena Dio tidak ingin istrinya yang sedang hamil itu tidur terlalu larut.
Hanum yang tidak mau membantah perkataan suaminya pun menurut dan segera mengatur posisi nyaman untuk tidur. Tentu saja posisi nyaman untuk tidur Hanum malam ini berada di dalam pelukan Dio.
*
Keesokan harinya, Hanum, Dio dan Divan nampak sudah bersiap pergi ke rumah Richard. Hari itu Dio memilih memakai baju kembar bersama Divan yang baru saja ia beli beberapa waktu yang lalu.
"Tentu saja kami mirip. Divan kan anakku, Sayang." Jawab Dio lalu menggendong tubuh Divan.
"Papah..." Divan memberikan ciuman di pipi Dio. Ia merasa senang karena Dio selalu menyebutnya sebagai anaknya.
"Apa kau mau memuji Papamu ini ganteng jagoan?" Tanya Dio.
Divan menganggukkan kepalanya. "Iya. Papa sangat ganteng!" Puji Divan.
__ADS_1
Dio tertawa mendengarnya. Ia pun menurunkan Divan dari gendongannya.
"Ayo kita berangkat!" Ajak Dio kemudian.
Hanum dan Divan mengiyakannya lalu mereka pun keluar dari dalam rumah dengan tangan Dio menggandeng tangan Divan dan Hanum.
"Sayang, coba hubungi Papa apa Papa sudah berangkat ke rumah Richard." Pinta Dio pada istrinya saat sudah berada di dalam mobil.
"Baiklah." Jawab Hanum lalu melakukan panggilan telefon dengan papanya.
"Papa bilang jika Papa sudah mau berangkat. Sepertinya kita akan sampai di rumah Kak Richard dalam waktu yang sama." Ucap Hanum kemudian setelah panggilan terputus.
"Baiklah. Kalau begitu ayo kita berangkat." Ucap Dio lalu menghidupkan mesin mobilnya.
***
Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Noda Menjadi yang Kedua, ya🖤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗