Istri Figuran

Istri Figuran
Memuja untuk pertama kali


__ADS_3

"Kau bilang apa?" Tanya Dio melototkan kedua bola matanya pada Hanum.


Hanum pun seketika menyurutkan senyuman di wajah cantiknya. "Aku bilang jika Tuan Richard adalah atasan baru di devisiku. Tuan Richard adalah pria bule yang sangat tampan dan diidolakan di devisi humas saat ini." Jawab Hanum mengulang perkataannya kembali.


Kedua bola mata Dio nyaris keluar dari wadahnya mendengar Hanum memuji ketampatan sepupu tengilnya itu.


"Kau bilang apa tadi? Bule tampan?" Ulang Dio.


Hanum pun menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


"Apa kau tidak tahu siapa bule tampan yang kau maksud itu?" Tanya Dio.


Hanum menganggukkan kepalanya. "Tentu saja aku tahu. Dia adalah atasanku." Jawab Hanum seadanya.


Dio menggelengkan kepalanya. Bukan itu yang ia maksud. Tapi dari pada menjelaskan kepada Hanum siapa Richard sebenarnya, Dio memilih biar Hanum mengetahuinya sendiri.


"Divan, Mamah ingin ke kamar dulu. Divan tunggu di sini bersama Papa, ya." Ucap Hanum setelah Dio tak lagi mengajaknya bicara.


"Baik, Mah. Istirahat dulu Mamah, ya. Mama pasti capek kan pulang bekerja?" Ucap Divan perhatian.


Hanum tersenyum mendengarnya. "Iya... kalau begitu Mama istirahat sebentar dan setelah itu turun menghampiri Divan lagi." Ucap Hanum.

__ADS_1


Divan mengangguk mengiyakannya.


Melihat istrinya yang pergi meninggalkannya begitu saja membuat Dio merasa jengkel karena Hanum pergi di saat ia masih ingin berbicara dengan wanita itu. Dio pun terpaksa membiarkan Hanum pergi begitu saja karena ia tidak ingin memaksa istrinya untuk berbicara di saat istrinya sedang lelah saat ini.


*


Saat malam hari telah tiba, seperti biasanya Hanum, Dio dan Divan nampak menikmati makan malam yang telah dimasak oleh Hanum. Lagi-lagi di saat mencicipi makanan yang dibuatkan oleh Hanum, Dio dibuat terpukau merasakan nikmatnya masakan istrinya itu. Masakan yang sudah beberapa waktu belakangan ini selalu dirindukannya untuk dimakannya secara terus menerus.


"Masakan Mamah enak sekali kan, Pah?" Tanya Divan pada Dio yang sedang menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.


Hanum memperhatikan wajah suaminya menunggu jawaban dari suaminya itu.


"Iya kan, Pah?" Tanya Divan lagi.


"Iya. Sangat enak." Jawab Dio pada akhirnya.


Hanum tertegun mendengarnya. Untuk yang pertama kalinya suaminya itu mau memuji masakannya setelah hampir empat bulan mereka menikah.


"Kalau masakan Mamah enak berarti Papah setiap hari makan di rumah, kan? Tidak makan di luar lagi?" Tanya Divan penuh harap.


Dio terdiam beberapa saat mencerna maksud pertanyaan dari putranya.

__ADS_1


"Iya. Papa akan sering makan di rumah. Jika ada waktu luang Papa akan mengajak Divan dan Mamah makan di luar lagi." Jawabnya.


"Hore..." Divan nampak tersenyum senang. Melihat senyuman di wajah putranya membuat Hanum ikut senang dan mengucap syukur karena Dio sudah mau berbaik hati mengiyakan permintaan dari putranya.


"Ayo kita lanjutkan makannya lagi." Ajak Hanum pada anak dan suaminya.


"Iya, Mah." Jawab Divan sedangkan Dio hanya mengangguk mengiyakan perkataan Hanum.


Selama makan malam berlangsung, Hanum nampak tidak fokus pada makanan di depannya karena sejak tadi ia merasa jika Dio terus memperhatikannya


Kenapa dia terus memperhatikanku seperti itu? Apa ada yang salah di wajahku saat ini? Tanya Hanum sambil menatap makanan di depannya.


Dio yang tidak mengetahui jika Hanum merasa risih dengan tatapannya pun terus menatap Hanum tanpa berniat berhenti.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗

__ADS_1


__ADS_2