Istri Figuran

Istri Figuran
Berita hangat pagi itu


__ADS_3

Para wanita yang bertanya pada Hanum nampak kecewa karena Hanum sudah keluar dari lift tanpa menjawab pertanyaan mereka. Sedangkan Hanum, wanita itu tentu saja merasa lega karena sudah terhindar dari banyaknya pertanyaan yang tertuju kepadanya.


"Apa ini efek karena aku menikah dengan pria terpandang?" Gumam Hanum sambil terus melangkah.


Untung saja tidak ada drama lagi hingga ia masuk ke dalam ruangan kerjanya.


"Hanum, ada apa denganmu?" Tanya Sally karena melihat Hanum masuk dengan menghembuskan nafas panjang.


"Aku merasa lega, Sal." Jawab Hanum sambil menjatuhkan bokongnya di atas kursi kerjanya.


Sally tersenyum mendengarnya. Ia sudah tahu apa yang terjadi pada Hanum tadi saat wanita itu masuk ke dalam perusahaan. "Kau pasti dicecar banyak pertanyaan tentang pernikahanmu dan Tuan Dio bukan?" Tanya Sally.


"Bagaimana kau bisa tahu?" Tanya Hanum bingung.


"Tentu saja aku tahu. Mereka pasti sangat penasaran bagaimana kau bisa menikah dengan pria pujaan hati mereka." Ucap Sally lalu tertawa kecil.

__ADS_1


Hanum menyandarkan punggungnya di sandaran kursi. "Aku bingung harus menjawab apa. Ini semua cukup mengejutkan untukku." Ucap Hanum lalu menceritakan kejadian tadi malam dimana ia tidak mengetahui jika akan diperkenalkan oleh Tuan Mahesa di depan rekan bisnis dan karyawannya.


"Jangan bingung begitu. Harusnya saat ini kau merasa senang karena orang-orang sudah mengetahui siapa dirimu jadi mereka tidak akan berani lagi menghujatmu termasuk Cita." Ucap Sally.


Hanum terdiam tak menanggapi perkataan Sally. Sejujurnya ia sudah biasa mendapatkan hujatan dari semua orang dan jika disanjung seperti saat ini justru membuatnya tidak nyaman.


Tidak banyak lagi percakapan di antara mereka karena beberapa saat kemudian Gaga dan Alfin nampak masuk ke dalam ruangan dan menceritakan bagaimana wajah kusut Cita tadi saat bertemu dengan mereka di parkiran mobil.


"Biarkan saja wanita itu. Saat ini dia pasti tidak akan berani macam-macam lagi pada Hanum." Ucap Sally dengan tersenyum miring.


Cita yang sudah berada di dalam ruangannya pun dibuat geram karena sejak masuk ke dalam lobby hingga masuk ke dalam ruangan kerjanya ia terus mendengarkan semua orang menceritakan tentang Hanum.


"Wah, Hanum sangat hebat ya. Ternyata dibalik kesederhanaannya dia adalah menantu dari Tuan Mahesa." Puji Nimas tanpa memperdulikan perasaan Cita.


"Apa kau bisa diam? Pagi-pagi kenapa harus menceritakan wanita itu?!" Ketus Cita.

__ADS_1


"Ada apa denganmu, Cita? Aku tidak bercerita kepadamu tapi bercerita dengan mereka." Jawab Nimas sambil menunjuk dua rekan kerja mereka yang lain.


"Aku tidak suka mendengarnya. Jadi lebih baik sekarang kau diam dan jangan lagi membahasnya!" Tekan Cita.


"Kau itu aneh sekali. Kenapa kau selalu saja membencinya sedangkan dia tidak pernah berbuat buruk kepadamu." Nimas dibuat tak habis pikir dengan sikap Cita termasuk dua rekan kerjanya yang lain.


Cita tak menjawab pertanyaan Nimas karena hanya akan membuat mereka berdebat sebelum bekerja. Ia memilih mengalah dan mengumpulkan tenaganya untuk bekerja pagi ini karena tadi malam tenaganya sudah terkuras karena memikirkan Hanum.


Hanum... Hanum. Kau pasti merasa sedang berada di atas angin saat ini! Agh sial sekali, kenapa dia justru bahagia sedangkan aku tidak bisa sebahagia dia?! Gerutu Cita dalam hati.


***


Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2