
"Me-menikah?" Ulang Calista terbata.
"Ya, aku sudah menikah." Jawab Dio dengan tegas.
"Apa?" Calista menggeleng tak percaya. "Kau jangan bercanda, Dio. Aku sedang tidak ingin bercanda saat ini." Pinta Calista.
"Dan aku tidak sedang bercanda. Aku berkata serius, Cal. Maaf, aku memang sudah menikah." Ucap Dio lalu menunjukkan cincin yang melingkar di jari manisnya.
Deg
Calita terkejut tak menyangka. Ia sampai memundurkan langkah karena rasa keterkejutannya. "Tidak, ini tidak mungkin." Lirih Calista. Semangatnya yang tadinya menggebu-gebu ingin bertemu dengan Dio kini sirnalah sudah.
"Maafkan aku, Cal. Tanpa sepengetahuan dirimu aku sudah menikah dengan wanita pilihan Mama." Ucap Dio.
__ADS_1
Calista mematung di tempatnya. Informasi yang diberitahukan Dio benar-benar membuatnya terkejut hingga tak dapat bergerak dan berkata-kata.
"Bisa kita bicara dengan tenang?" Pinta Dio.
Calista masih diam dengan air mata yang mengalir di kedua pipinya. Dio pun kembali meminta pada Calista agar duduk di atas sofa. Kali ini Calista mengiyakannya karena ia membutuhkan sebuah penjelasan dari mantan kekasihnya itu.
"Ba-bagaimana kau bisa menikah, Dio? Bagaimana bisa?" Tanya Calista.
Dio menghela nafas sebelum menjawab. Akhirnya ia pun mulai menjelaskan awal mula terjadinya pernikahan. Dari mulai permintaan mamanya yang mendesaknya untuk menikah, dirinya yang berjuang mendatangi Calista untuk mengajak wanita itu segera menikah namun Calista selalu menolak hingga akhirnya waktu yang ditentukan Mamanya pun tiba. Waktu dimana ia harus membawa Calista kembali dan jika tidak maka ia harus menikah dengan wanita pilihan mamanya.
Dio mencoba tidak iba melihat air mata jatuh di kedua pipi wanita yang dulu sangat dicintainya itu. "Awalnya aku terpaksa melakukannya. Aku tidak kuasa menolak permintaan mama. Selama ini Mama selalu membebaskanku untuk melakukan hal apa saja yang aku inginkan tanpa meminta apapun. Dan saat itu, kali pertama mama meminta kepadaku. Sebagai seorang anak tertua di keluarga, menurutmu apa aku tega menolak permintaan mama? Mama bahkan sudah memberi kesempatan kepadaku agar bisa membawamu kembali tapi kau selalu menolak." Jelas Dio.
Calista tak dapat menahan laju air matanya yang kini mengalir dengan deras membasahi pipi.
__ADS_1
Melihat Calista yang masih diam membuat Dio kembali melanjutkan penjelasannya. "Apa kau tahu di saat aku sudah menikah pun aku masih mengharapkan kau lah yang menjadi istriku? Begitu besar cintaku kepadamu sampai aku mengabaikan istriku sendiri. Aku hanya menganggapnya figuran di hubungan rumah tangga kami. Aku menyakiti hatinya dengan perlakuanku. Semua itu aku lakukan demi dirimu. Namun setelah banyak pengorbanan yang aku lakukan untuk menunggumu kembali kau juga tidak bisa kembali. Kau terlalu egois dengan pendidikanmu hingga mengabaikan aku yang juga membutuhkan kepastian hubungan ini."
"Maafkan aku." Hanya itu kata yang keluar dari mulut Calista.
"Aku tahu ini sangat menyakitkan untukmu. Aku pun demikian. Tapi aku bisa apa? Aku tidak bisa berbuat apa-apa selain menerima takdir hidupku." Ucap Dio.
Calista diam sambil menutup wajah. Dio yang melihat mantan kekasihnya menangis terisak mencoba menahan diri tetap berada di tempatnya.
"Sama seperti dirimu, Cal. Istriku dulunya juga sering menangis dalam diam karena sikap burukku kepadanya. Dan saat ini aku tidak ingin lagi membuatnya menangis karena dirimu." Ucap Dio.
***
Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Noda Menjadi yang Kedua, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗