Istri Figuran

Istri Figuran
Jangan mengingatnya!


__ADS_3

Hanum segera membalikkan tubuhnya sedangkan Dio yang tersadar dengan kehadiran Hanum seketika terpekik.


"Hey, apa yang kau lakukan di kamarku?!" Tanya Dio keras lalu mengambil pakaiannya yang sudah tergeletak di lantai untuk menutupi aset berharganya.


"Ma-maaf, aku hanya ingin masuk untuk membersihkan tubuhku." Jawab Hanum sedikit tergagap karena ia masih merasa terkejut melihat bentuk tubuh polos Dio terlebih bagian inti Dio.


"Kenapa tidak mengetuk pintu lebih dulu?" Tanya Dio masih keras.


Hanum menghela nafas sejenak. "Aku sudah mengetuk pintu tapi kau tidak kunjung menyahutnya hingga aku memutuskan untuk langsung masuk." Jawab Hanum seadanya.


"Alasan saja!" Ketus Dio lalu segera melangkah ke arah kamar mandi lalu menutup pintu kamar mandi cukup keras hingga membuat Hanum kembali terkejut karenanya.


Hanum mengusap-usap dadanya yang berdebar-debar. "Apa itu? Seperti belalai gajah." Komentar Hanum saat membayangkan bentuk bagian inti Dio. Hanum pun langsung menepuk mulutnya setelah menyadari kesalahannya yang sudah berpikiran kotor.

__ADS_1


Sementara Dio yang tengah berada di dalam kamar mandi tengah menatap wajahnya yang memerah di depan cermin. Sungguh saat ini ia benar-benar merasa malu atas apa yang baru saja terjadi. Bagaimana ia bisa bersikap ceroboh sampai lupa mengunci pintu kamar hingga akhirnya wanita yang sudah menjadi istrinya itu melihat bentuk tubuh polosnya.


"Apa dia melihat bentuk dirimu tadi?" Tanya Dio pada jagoannya. Dio pun menjambak rambutnya frustrasi karena ia yakin jawabannya adalah Ya. Hanum pasti sudah melihatnya walau tidak terlalu detai.


"Sial! Bagaimana ini? Calista saja belum pernah melihatnya sedangkan dia dengan terang-terangan melihatnya!" Gerutu Dio. Merasa tubuhnya sudah semakin panas pun dengan wajahnya yang sudah sangat memerah, Dio memutuskan melanjutkan niatnya untuk mandi. Setelah ini ia akan memberikan peringatan pada istrinya itu untuk melupakan apa yang tadi ia lihat walau itu tidak mungkin terjadi.


"Huft. Hanum mencoba mengatur nafasnya yang tidak beraturan. Setelah dirasa normal dan tenang, Hanum segera melangkah ke arah kopernya berada untuk mengambil pakaian gantinya di sana. Hanum mencoba melupakan apa yang baru saja dilihatnya karena tidak ingin merasa canggung saat bertemu dengan Dio nanti setelah Dio keluar dari dalam kamar mandi.


Lima belas menit berlalu, Dio nampak keluar dari dalam kamar mandi dengan hanya menggunakan selembar handuk bewarna putih melilit pinggangnya.


"Aku tidak melihat apa-apa." Jawab Hanum yang sudah merasa tenang. Hanum pun melangkah melewati Dio begitu saja menuju kamar mandi.


"Kau harus melupakan apa yang tadi kau lihat. Anggap saja kau tidak pernah melihat apa pun tadi!" Titah Dio.

__ADS_1


"Jika aku tidak mau?" Tanya Hanum menatap datar Dio.


"Kau...!!" Dio menatap berang pada Hanum namun Hanum mengabaikan tatapan itu begitu saja dengan segera masuk ke dalam kamar mandi.


"Sial! Dia sudah berani melawanku!" Amuk Dio merasa kesal dengan sikap Hanum. Sejak awal Dio memang sudah salah memilih lawan karena Hanum bukanlah lawan yang sepadan dengannya. Wanita itu adalah wanita yang kuat dan tidak muda ditindas seperti cerita novel pada umumnya.


"Awas saja jika dia masih mengingatnya akan aku buat dia pura-pura amnesia!" Ucap Dio walau pun tidak yakin jika niatnya itu akan berhasil.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2