
"Nenek..." suara Divan yang terdengar cukup keras membuat Bu Shanty yang sedang mengaduk masakan di dapur menoleh ke sumber suara. Kedua sudut bibirnya pun melengkung sempurna menatap cucunya yang kini berdiri di ambang pintu dapur.
"Divan." Ucap Bu Shanty.
"Nenek..." Divan berlari ke arah Bu Shanty dan memeluk kaki Bu Shanty erat.
"Kau sudah datang, Nak? Cepat sekali." Ucap Bu Shanty seraya mengusap kepala Divan. Ia pikir anak, menantu dan cucunya itu akan tiba di rumah Nenek Eno lewat dari jam enam sore. Ternyata dugaannya salah. Di waktu jam masih menunjukkan pukul setengah enam sore mereka sudah tiba di rumah.
"Iya, Nek. Biar cepat ketemu Nenek." Jawab Divan seadanya.
"Kau ini..." Bu Shanty merasa gemas dengan sikap Divan. "Dimana Mama dan Papa?" Tanya Bu Shanty.
"Ada di ruang tamu bersama Om, Nek." Jawab Divan.
Bu Shanty menganggukkan kepalanya. Ia pun meminta salah satu pelayan untuk melanjutkan pekerjaannya lalu mengajak Divan keluar dari dapur untuk menghampiri anak dan menantunya.
"Hanum, Dio." Ucap Bu Shanty saat sudah hampir dekat dengan ruang tamu.
"Mama..." Hanum segera melangkah menghampiri Bu Shanty dan menyalaminya.
"Bagaimana keadaanmu saat ini, apa baik-baik saja?" Tanya Bu Shanty.
__ADS_1
Hanum menganggukkan kepalanya. "Hanum baik-baik saja, Ma." Jawab Hanum.
"Syukurlah kalau begitu." Ucap Bu Shanty.
Dio pun ikut mendekat ke arah Bu Shanty dan menyalimi Bu Shanty. "Kenapa Mama tiba-tiba saja datang tanpa memberi kabar lebih dulu?" Tanya Dio.
"Karena Mama menginginkannya. Apa kau tidak senang jika Mama datang ke sini?" Tanya Bu Shanty.
"Bukan begitu." Dio memutar kedua bola matanya malas.
"Lalu?" Tanya Bu Shanty dan Dio memilih diam tak menjawab pertanyaan dari Mamanya.
"Mamah, apa Kak Richard akan datang?" Tanya Digo setelah kepergian Hanum dan Dio.
"Tentu saja. Dia akan datang di saat makan malam nanti." Jawab Bu Shanty.
"Baguslah kalau begitu." Digo merasa senang mendengarnya. Ia pun mengajak Divan yang sedang menunggunya untuk bermain. Sedangkan Bu Shanty kembali ke dapur untuk memastikan masakannya sudah selesai.
Di saat jam makan malam telah tiba, Dio dan Hanum nampak melangkah menuruni anak tangga. Setibanya di lantai bawah, mereka pun langsung melangkah ke arah meja makan. Digo dan Divan nampak sudah duduk menunggu kedatangan mereka di sana.
"Dimana Mama?" Tanya Dio pada Digo.
__ADS_1
"Di kamar Nenek." Jawab Digo.
Dio mengangguk paham lalu menarik kursi untuk ia duduki. Hanum pun turut melakukan hal yang sama menarik kursi yang bersebelahan dengan Dio.
Tak berselang lama Bu Shanty dan Nenek Eno nampak sudah bergabung di meja makan. Dio yang memperhatikan Mamanya sepertinya tidak berniat mengajak mereka untuk mulai makan malam bersama pun angkat suara.
"Kenapa tidak dimulai saja, Ma?" Tanya Dio.
"Tunggu sebentar. Mama sedang menunggu kedatangan seseorang." Jawab Bu Shanty.
"Seseorang? Siapa?" Dio merasa bingung mendengarnya. Apakah orang itu Papanya? Tapi bukankah saat ini Papanya itu sedang berada di luar negeri melakukan perjalanan bisnis?
Di tengah kebingungan Dio, seseorang yang sejak tadi ditunggu Bu Shanty pun akhirnya tiba hingga membuat Bu Shanty tersenyum lebar menyambut kedatangannya.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗
__ADS_1