Istri Figuran

Istri Figuran
Makan malam bersama


__ADS_3

Hanum diam menatap punggung kekar suaminya itu hingga akhirnya hilang dari balik pintu kamar mandi. Hembusan nafasnya terasa berat. Hanum tahu jika apa pun yang ia katakan tidak akan ada arti apa-apa untuk Dio.


"Sudahlah, yang penting aku sudah memberitahukannya." Ucap Hanum tak ingin ambil pusing hingga membuatnya terbawa perasaan.


Karena Dio pulang di saat belum mendekati jam makan malam, Hanum segera keluar dari dalam kamarnya menuju dapur untuk memasak makanan untuk makan malam. Untung saja tadi pagi ia sudah mempersiapkan bahan-bahan masakan untuk makan malam hingga saat ini ia tinggal memasaknya saja.


Divan yang mengetahui jika Hanum sedang mempersiapkan makan malam pun seperti biasa mencoba membantu Hanum selama berada di dapur.


"Divan ambilkan mangkuk saja ya untuk menyalin sayurnya." Ucap Hanum pada putranya yang terlihat begitu bersemangat untuk membantunya.


Divan mengangguk lalu melangkah ke arah lemari piring untuk mengambil mangkuk kecil yang Hanum inginkan.


"Divan, Mamah sudah bisa mengerjakannya sendiri. Sekarang Divan duduk saja ya lihat Mama memasak." Tutur Hanum lembut pada putranya. Karena perlengkapan dapur di apartemen Dio banyak yang terbuat dari kaca membuat Hanum tidak terlalu percaya pada putranya untuk mengambilkannya lagi.


"Baik, Mah." Seperti biasa putra kecil Hanum itu menurut lalu melangkah ke arah meja makan di dekat dapur.

__ADS_1


Hanum tersenyum menatap putranya yang begitu penurut dan bersikap manis itu. "Divan, kau adalah anugerah terindah untuk Mama. Tetaplah tumbuh menjadi anak yang sehat, Nak." Ucap Hanum lirih sambil mengaduk makanannya.


*


Malam hari telah tiba. Saat ini Hanum, Dio dan Divan sudah duduk di meja makan untuk menikmati makan malam bersama mereka.


"Ambilkan saja makanan hanya untuk Divan." Ucap Dio saat melihat Hanum ingin mengambilkan makanan untuknya.


Mendengar itu membuat Hanum paham jika Dio tidak ingin dilayani olehnya. Hanum tidak ingin ambil pusing. Diambilnya makanan hanya untuk Divan dan dirinya. Sedangkan Dio mengambil makanan untuk dirinya sendiri.


Dio dibuat tertegun saat suapan pertama masakan Hanum masuk ke dalam mulutnya. Masakan istrinya itu terasa lezat dan sangat pas di lidahnya. Tidak dapat Dio pungkiri jika masakan Hanum sangat sesuai dengan seleranya. Bahkan masakan sederhana Hanum itu tidak kalah enak dengan buatan Chef di cafe miliknya.


"Uhuk, uhuk." Tiba-tiba saja Divan terbatuk. Hanum dan Dio pun reflek menyodorkan air putih ke hadapan Divan. Karena posisi gelas Dio yang sangat dekat dengannya membuat Divan mengambil gelas yang diberikan Dio.


"Divan, pelan-pelan makannya." Ucap Hanum sambil mengusap punggung putranya.

__ADS_1


"Iya, Mah." Jawab Divan setelah meneguk minumannya.


Mereka pun melanjutkan kegiatan makan malam mereka. Setelah selesai, Dio beranjak lebih dulu meninggalkan Hanum dan Divan di meja makan.


"Mamah, apa tadi Papa marah karena Divan batuk saat makan?" Tanya Divan.


Hanum menggelengkan kepalanya. "Tidak. Papa tidak mungkin marah hanya karena masalah sepele. Sekarang lebih baik Divan susul Papa, ya. Mama ingin membereskan ini dulu." Tutur Hanum lembut.


Divan mengiyakannya lalu melangkah meninggalkan dapur menyusul Dio yang kini sudah duduk di sofa ruang tamu.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2