Istri Figuran

Istri Figuran
Untuk pertama kalinya


__ADS_3

"Dasar mesum!" Hanum melempar gayung yang berada tidak jauh darinya ke arah Dio lalu membalikkan tubuhnya.


"Aw." Dio meringis memegang pelipisnya yang terasa sakit. Ia pun membalikkan tubuhnya lalu melangkah keluar dari dalam kamar mandi.


Deg


Deg


Hanum memegang dadanya yang terasa berdebar-debar. "Apa yang dia lakukan? Apa dia sengaja ingin mengintipku sebagai balas dendam?" Tanya Hanum. Tak ingin terlalu banyak berpikir, Hanum pun segera memakai pakaiannya kembali.


Sementara Dio yang berada di luar kamar mandi ikut memegang dadanya yang terasa berdebar-debar. "Apa aku baru saja melihat pemandangan yang indah? Pemandangan yang sudah hampir tiga tahun belakangan ini tidak pernah aku lihat lagi." Ucap Dio.


Dio segera menggelengkan kepalanya untuk membuang pikiran kotor yang ada di kepalanya saat ini. Namun usahanya terasa sia-sia karena bayangan tubuh Hanum terus terlintas di benaknya.


Ceklek


Mendengar suara pintu kamar mandi yang terbuka membuat Dio memundurkan langkahnya ke belakang.


"Kenapa kau langsung masuk begitu saja tanpa mengetuk pintu lebih dulu?" Tanya Hanum menatap datar pada Dio. Tidak ada raut wajah malu yang Hanum perlihatkan saat ini selain ekspresi datarnya.


"Karena aku pikir kau tidak ada di dalam kamar mandi." Jawab Dio seadanya. Jantungnya terasa semakin cepat berdetak melihat wajah Hanum yang nampak sangat segar saat ini.

__ADS_1


Hanum memicingkan matanya menatap pada Dio. "Alasan saja." Ucapnya tak percaya.


"Terserah. Aku tidak perlu rasa percaya darimu." Ketus Dio.


Hanum melangkah melewati Dio begitu saja. Semakin ke sini ia semakin merasa suaminya itu semakin berubah sudah tak lagi banyak mode hening dengannya.


"Sial!" Rutuk Dio saat menyadari ada yang tegak saat ini tapi bukan keadilan. Dio segera masuk ke dalam kamar mandi agar Hanum tak melihat sesuatu yang tegak di tubuhnya.


Hanum pun menghembuskan nafas kasar di udara setelah Dio masuk ke dalam kamar mandi.


"Sebenarnya dia tidak salah. Akulah yang salah karena lupa mengunci pintu. Harusnya aku bersikap waspada. Ada tidak ada dia di apartemen aku harus tetap mengunci pintu." Ucap Hanum pada dirinya sendiri.


*


Tentu saja ajakan dari Dio membuat Divan sangat senang karena untuk pertama kalinya mereka bisa menikmati waktu bersama di luar apartemen.


"Divan ingin makan apa malam ini?" Tanya Dio pada putranya yang duduk di kursi belakang mobilnya.


"Terserah saja, Pah." Jawab Divan.


Dio pun menoleh pada Hanum.

__ADS_1


"Terserah." Jawab Hanum singkat sebelum ditanya oleh Dio.


Dio memalingkan wajahnya dari Hanum lalu melajukan mobilnya ke sebuah cafe yang dulunya sering ia kunjungi bersama ketiga sahabatnya.


"Kita mau makan di sini?" Tanya Hanum menatap cafe yang nampak ramai oleh kalangan anak muda.


"Memangnya kenapa? Makanan dii sini sangat enak dan cukup nyaman untuk ditempati." Jawab Dio.


"Tidak apa-apa. Aku pikir ini adalah tempat tongkrongan anak muda." Ucap Hanum mengeluarkan isi pemikirannya.


"Kau pikir kita ini sudah tua?" Tanya Dio sengit.


Hanum menganggukkan kepalanya. "Umurmu sudah tiga puluh satu tahun jika kau lupa." Jawab Hanum lalu mengajak Divan untuk masuk ke dalam cafe tanpa memperdulikan Dio yang membulatkan kedua matanya karenanya.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗

__ADS_1


__ADS_2