Istri Figuran

Istri Figuran
Perhatian kecil Dio


__ADS_3

"Hanum, kenapa kau ada di sini?" Tanya Bu Shanty setelah menyadari kehadiran Hanum di dapur.


"Hanum ingin membantu Mama di sini." Jawab Hanum seraya tersenyum.


"Membantu Mama?" Ulang Bu Shanty dan diangguki Hanum sebagai jawaban. Bu Shanty menghela nafas sesaat. Melihat penampilan Hanum saat ini ia yakin jika tidak terjadi apa-apa pada putranya dan menantunya itu tadi malam di dalam kamar.


"Hanum, lebih baik kau kembali ke kamar dan istirahat saja sambil menunggu jadwal sarapan pagi tiba. Mama bisa mengerjakannya bersama pelayan di sini." Ucap Bu Shany yang tak ingin menantunya itu kerepotan di rumahnya.


"Hanum sudah cukup istirahat dan ingin membantu Mama saja." Jawab Hanum lembut.


Bu Shanty tak kuasa menolak permintaan menantunya itu. Akhirnya ia pun membiarkan Hanum membantunya dan meminta seorang pelayan untuk menujukkan apa yang bisa dibantu oleh menantunya itu.


Terlalu nyaman berada di dapur dan masak bersama dengan Bu Shanty membuat Hanum melupakan putranya yang kini sudah terjaga di dalam kamar Dio. Divan yang baru terjaga itu dibuat takut saat tak melihat keberadaan Hanum melainkan hanya sosok Dio yang masih tertidur di atas sofa.


"Mamah..." Divan memanggil nama Hanum dengan takut. Walau pun suaranya cukup kecil namun ternyata dapat membangunkan Dio yang sedang tertidur.


"Ada apa dengannya?" Gumam Dio menatap ke arah ranjang dimana Divan kini sedang duduk sambil menutup wajahnya.

__ADS_1


"Mamah..." Divan kembali memanggil nama Hanum. Tubuhnya kini bergetar menandakan Divan sedang takut.


Menyadari ketakutan Divan membuat Dio segera bangkit dari sofa dan melangkah ke arah ranjang. "Anak kecil, ada apa denganmu?" Tanya Dio.


Divan seketika membuka telapak tangannya dari wajahnya. "O-om, Papa Dio." Ucap Divan terbata.


"Ya, ada apa denganmu?" Tanya Dio bingung.


"Di-divan takut. Ma-mah dimana?" Tanyanya terbata.


Dio pun akhirnya paham maksud perkataan Divan. Dilihatnya kesekeliling kamar tidak terlihat batang hidup Hanum bahkan di kamar mandi tidak terdengar suara kebisingan dari sana.


"Emh..." Divan mengangguk-anggukkan kepalanya.


Melihat Divan masih takut padanya membuat Dio berinisiatif untu membawa Divan menemui Hanum.


"Ayo ikut saya." Ajak Dio.

__ADS_1


"Kemana, Pa?" Tanya Divan.


"Tentu saja menemui Mamamu." Jawab Dio.


Divan pun dengan cepat mengangguk lalu mengulurkan kedua tangannya pada Dio. Mengerti maksud pergerakan Divan membuat Dio dengan cepat mengambil tubuh Divan untuk digendong.


"Kau cukup berat seperti Zeline." Ucap Dio.


"Zeline?" Ulang Divan dan diangguki oleh Dio.


Dio pun menurunkan tubuh Divan dan menuntunnya menuju lantai bawah.


"Dimana wanita itu?" Gumam Dio mencari keberadaan Hanum di lantai bawah.


"Itu Mamah!" Tunjuk Divan ke arah dapur dimana Hanum tengah sibuk mengaduk makananya di dalam kuali. Divan pun sontak berlari ke arah dapur dan diikuti oleh Dio.


"Divan?" Ucap Bu Shanty merasa terkejut dengan kehadiran Divan. Mendengar perkataan Bu Shanty membuat Hanum segera menoleh ke arah pintu dapur dan melihat sosok putranya tengah berdiri di sana bersama seorang pria yang sudah berstatus sebagai suaminya.

__ADS_1


"Mamah!" Ucap Divan lalu berlari ke arah Hanum berada.


***


__ADS_2