
Hubungan Dio dan Hanum terjalin semakin dekat setelah kepulangan mereka dari Bali. Hadiah pernikahan yang diberikan oleh Queen dan Kevin benar-benar bermanfaat karena bisa menyatukan dua manusia yang sejak awal menikah selalu menjaga jarak satu sama lain.
Hari bertambah hari Dio pun menunjukkan perubahan yang pesat pada Hanum seperti lebih sering memperlihatkan kasih sayangnya pada Hanum dan Divan dan menghabiskan banyak waktu mengajak anak dan istrinya itu jalan-jalan di saat tidak bekerja.
Bukan hanya itu saja, setiap harinya pun kini Dio sudah sangat rajin mengantarkan Hanum pergi bekerja hingga membuat motor yang dibelikannya untuk Hanum tidak terpakai lagi. Perubahan sikap Dio pada istrinya tentu saja membuat Digo dan Daniel merasa senang karena rencana mereka berhasil dengan menjadikan Richard karyawan di perusahaan milik Daniel hingga membuat Dio cemburu karna kehadirannya.
Walau rencana mereka sudah berhasil setelah melihat perubahan Dio saat ini namun tak membuat Richard berhenti dari pekerjaannya. Pria itu masih tetap nyaman bekerja di perusahaan Alexander dan belum berniat untuk bekerja di perusahaan milik keluarganya.
Pagi itu, setelah mengantarkan Divan ke sekolah, seperti biasa Dio langsung melajukan mobilnya menuju perusahaan tempat istrinya bekerja. Karena saat ini sudah menjadi rutinitasnya mengantarkan Hanum pergi dan pulang bekerja, Dio jadi memilih tempat bekerjanya bukan lagi di cafe pusat tapi di cafe cabang yang berada dekat dengan perusahaan Alexander.
"Apa kau tidak merasa repot terus mengantarkanku seperti ini?" Tanya Hanum. Jujur saja ia merasa tidak enak terlalu sering merepotkan suaminya itu.
"Tidak. Lagi pula jalan ke tempat kerja kita searah." Jawab Dio.
__ADS_1
"Searah? Jadi kau tidak lagi menetap di cafe pusat?" Tebak Hanum dan Dio pun menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Astaga..." Hanum dibuat tak percaya karena Dio rela berpindah tempat kerja hanya demi dirinya.
"Dimana pun tempat aku bekerja sama saja. Yang terpenting adalah pekerjaanku selesai." Ucap Dio.
Hanum mengangguk saja dan tak lagi melanjutkan percakapan di antara mereka.
Mobil milik Dio pun terus melaju hingga akhirnya tanpa terasa telah berada di dalam area perusahaan Alexander.
"Tentu saja aku mau turun." Jawab Dio seadanya.
"Apa?" Hanum membulatkan kedua matanya. Tidak biasanya suaminya itu turun saat mengantarkannya pergi bekerja. Jika begini rekan kerjanya yang lain selain divisi humas tim B bisa saja mengenali siapa pria yang sering mengantarkannya selama ini.
__ADS_1
"Jangan terlalu banyak berpikir, sekarang turunlah." Titah Dio.
Hanum yang merasa ragu untuk turun karena kini pandangan banyak orang tertuju pada mobil sport keluaran baru miliki Dio memilih berdiam di dalam mobil. Melihat istrinya yang ragu untuk turun membuat Dio memilih turun lebih dulu dan membukakan pintu untuk Hanum.
Dan mau tidak mau Hanum pun turun dari dalam mobil dan sesuai dugaannya kini mereka menjadi pusat perhatian banyak orang termasuk Cita yang baru saja ingin masuk ke dalam perusahaan.
Menyadari ketidaknyamanan istrinya saat ini membuat Dio menarik tangan istrinya lembut menuju pintu masuk perusahaan berada.
"Dio lepaskan!" Hanum mencoba melepaskan tangan Dio yang menggenggam tangannya namun Dio tidak melepaskannya begitu saja. "Dio kau ingin apa?" Tanya Hanum sambil mencoba memasang wajah tetap tenang.
***
Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗