Istri Figuran

Istri Figuran
Dia sangat cantik


__ADS_3

Tanpa sadar Hanum menganggukkan kepalanya. Melihat anggukan kepala dari Hanum membuat Dio menjadi naik darah hingga mengepalkan kedua tangannya di bawah meja.


Melihat wajah Dio yang nampak kesal membuat Bu Shanty melipat bibirnya ke dalam menahan dirinya agar tidak tersenyum lebar.


"Kak Richard memang sangat tampan bahkan jauh lebih tampan dari Kak Dio." Digo pun ikut menimpali perkataan mamanya.


"Ya, Digo benar. Dibandingkan Dio, Richard jauh lebih tampan." Jawab Bu Shanty.


"Mamah!" Dio merasa tidak terima mendengarnya. Bagaimana bisa mamanya itu lebih memuji anak dari kakaknya dari pada anak kandungnya sendiri.


"Shanty, lebih baik kalian lanjutkan pembicaraan di ruang tamu saja." Saran Nenek Eno.


"Baik, Mah." Jawab Bu Shanty lalu mengajak yang lainnya untuk pindah ke ruang tamu.


Sebelum melangkah ke ruang tamu, Richard menyempatkan lebih dulu menghampiri Hanum dan Divan. Dan pergerakan Richard itu tak lepas dari tatapan tajam Dio.


"Tuan Richard. Saya baru tahu jika anda adalah keponakan dari Mama." Ucap Hanum pada Richard.


"Jangan terkejut begitu. Jika dilihat aku memang tidak mirip dengan Dio ataupun Digo sehingga kau tidak menyadarinya." Jawab Richard.


"Tapi kenapa anda terlihat tidak terkejut melihat keberadaan saya di sini?" Tanya Hanum.

__ADS_1


Richard hanya tersenyum lalu mengalihkan pandangannya pada Dio yang kini menatap mereka dengan tajam. "Hai tampan." Sapa Richard pada Divan yang nampak tengah menatapnya.


"Hai, Om bule." Jawab Divan dengan mata berkedip-kedip.


"Hahah. Jangan menambah kata bule. Panggil Om Richard saja, oke?" Pinta Richard.


Divan mengangguk-anggukkan kepalanya. Richard pun mengajak Hanum dan Divan kembali melanjutkan langkah mereka menuju ruang tamu.


Saat sudah berada di ruang tamu, Richard pun berniat untuk duduk di sofa yang bersebelahan dengan Hanum karena Dio duduk di sofa single.


"Hei, siapa yang mengizinkanmu duduk di sebelahnya?!" Ketus Dio sebelum Richard sempat mendaratkan bokongnya di atas sofa.


"Itu karena—" ucapan Dio terputus karena ia tahu jika Richard sepertinya tidak mengetahui jika ia sudah menikah.


"Karena apa?" Tanya Richard.


Dio hanya diam hingga membuat Richard menggeleng dan melanjutkan niatnya untuk duduk di sebelah Hanum.


"Dio, jaga bicaramu. Jangan berbicara lebih keras dari Richard karena dia lebih besar darimu." Tegur Bu Shanty.


"Mama benar. Kakak jangan berbicara keras pada Kak Richard." Timpal Digo.

__ADS_1


"Kau dilarang berbicara!" Sembur Dio pada Digo.


Richard menahan senyumannya melihat ekspresi tak bersahabat Dio saat ini. Sedangkan Hanum merasa bingung ada apa dengan suaminya itu. Kenapa suaminya seperti orang kesurupan saja pikirnya.


"Oh ya, Tante. Apa Tante sudah mengetahui jika aku dan Hanum bekerja di tempat yang sama?" Tanya Richard memulai drama di antara mereka.


"Oh benarkah? Pantas saja kau dan Hanum terlihat sudah akrab. Tante baru saja ingin bertanya kenapa kalian bisa kenal satu sama lain." Jawab Bu Shanty ikut berdrama.


"Apa Tante tahu jika Hanum adalah wanita paling cantik di devisi kami? Begitu banyak pria yang mengagumi kecantikannya di sana termasuk aku." Ucap Richard memuji Hanum.


"Tuan Richard. Jangan berlebihan." Hanum menegur Richard yang tengah memujinya.


"Benarkah begitu? Hanum memang sangat cantik dan pantas saja jika banyak orang yang mengagumi kecantikannya termasuk dirimu." Jawab Bu Shanty seraya tersenyum tanpa memperdulikan ekspresi putranya saat ini.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗

__ADS_1


__ADS_2