
"Nak... umur Daddy dan Mommy sudah tak lagi muda. Daddy dan Mommy tidak dapat memastikan sampai kapan kami bisa menemanimu hidup di dunia ini, Nak." Kedua bola mata Daddy Berto mulai berkaca-kaca setelah mengatakannya. Pun dengan Mommy Diora yang ikut berkaca-kaca setelah mendengarkan perkataan suaminya.
"Apa maksud perkataan Daddy saat ini Daddy ingin Cal menikah?" Tanya Calista.
Daddy Berto mengangguk mengiyakannya. "Mommy dan Daddy sangat berharap kau bisa melanjutkan hidupmu dengan baik setelah kau berpisah dari Dio. Mommy dan Daddy berharap kau bisa menerima orang baru di hidupmu, Nak." Tutur Daddy Berto.
Calista menghela nafasnya yang terasa kian memberat. "Maafkan Cal, Daddy. Maafkan Cal, Mommy. Untuk saat ini Cal belum bisa. Cal belum bisa menerima pria lain hadir di hidup Cal. Cal masih ingin sendiri." Jawab Calista.
"Tapi sampai kapan kau mau menutup dirimu seperti ini, Nak? Umurmu semakin bertambah. Daddy dan Mommy juga semakin tua." Ucap Daddy Berto.
Kepala Calista tertunduk. "Berikan Cal waktu, Daddy. Cal tahu selama ini Cal sudah menjadi wanita yang egois yang tidak memperdulikan Daddy dan Mommy sudah ingin memiliki seorang cucu dan pasangan Cal sudah ingin menikah. Tapi Cal minta sekali lagi tolong berikan Cal waktu. Saat ini Cal masih ingin fokus pada pekerjaan Cal. Cal tidak ingin jika memaksakan untuk bersama orang baru akan membuat pria yang bersama Cal kembali kecewa dan terlukan karena sikap Cal yang lebih mementingkan karir dari pada dirinya." Jelas Calista.
__ADS_1
Mommy Diora dan Daddy Berto saling pandang. Jika sudah begini mereka rasanya sulit untuk memberikan pengertian lagi pada putri mereka karena mereka lah yang harus mengerti apa yang dirasakan Calista saat ini.
"Mommy dan Daddy tahu bukan jika kehilangan Dio bukanlah hal yang mudah untuk Cal. Cal harus membiasakan diri hidup tanpa kabar darinya dan harus merelakannya bahagia dengan kehidupannya saat ini." Lanjut Calista kemudian.
"Tapi sampai kapan kami menunggu, Nak?" Daddy Berto akhirnya bertanya.
Calista menatap wajah Mommy dan Daddynya secara bergantian. "Berikan Cal waktu beberapa bulan lagi untuk berpikir. Berikan Cal waktu untuk membenahi hidup Cal yang sedang berantakan saat ini." Jawab Calista.
"Mommy harap selama beberapa bulan kedepan akan ada pria yang menarik perhatianmu, Nak." Harap Mommy Diora.
Calista hanya tersenyum saja. Di dalam hatinya ia merasa tidak yakin jika masih ada pria yang bisa menarik perhatiannya seperti Dio.
__ADS_1
Malam itu Calista kembali ke dalam kamarnya dengan membawa beban pertanyaan dari kedua orang tuanya.
Kapan ia akan menikah?
Pertanyaan itu rasanya hari ini sudah dua kali ditanyakan oleh orang yang berbeda. Pertama Rose dan kedua Daddynya.
Calista tahu umurnya sudah tak lagi muda. Ia pun sudah merencanakan menikah sebelum usianya menginjak tiga puluh tahun. Tapi apa mau dikata. Pria yang dicintainya tidak ditakdirkan untuknya. Pria itu sudah bahagia dengan wanita pilihannya. Dan saat ini ia harus mencari pria baru untuk menjadi pasangannya jika ia harus menikah.
Pria baru? Agh, memikirkannya saja sudah memuat Calista pusing dan tidak berminat mencarinya.
Sudahlah, dari pada memikirkan pasangan hidup, Calista lebih memilih menyusun materi yang akan ia ajarkan besok pagi pada mahasiswanya.
__ADS_1
***