Istri Figuran

Istri Figuran
Dua hari yang berbeda


__ADS_3

"Mana kami tahu. Kau bisa melihat sejak tadi aku dan Marvel terus di sini bersamamu." Jawab Daniel ketus.


Kevin menghela nafasnya. "Aku akan menelefonnya." Ucap Kevin tak ingin terlalu lama menunggu. Lagi pula sebentar lagi ia sudah harus kembali ke perusahaannya untuk bekerja.


Marvel dan Daniel mengangguk dan membiarkan Kevin menghubungi Dio. Setelah melakukan panggilan telefon pada Dio, akhirnya Dio pun datang menghampiri mereka.


"Kau dari mana saja?" Tanya Daniel.


"Kamar mandi. Tiba-tiba saja perutku terasa sakit." Bohong Dio.


Daniel mengangguk saja seakan percaya dengan apa yang Dio katakan. "Kami ingin pamit pergi dulu. Lain kali jika kau berada di sini kita bisa berkumpul lagi di sini." Ucap Daniel.


"Baiklah, terima kasih telah berkunjung." Ucap Dio dan diangguki Daniel dan yang lainnya sebagai jawaban.


Setelah kepergian ketiga sahabatnya, Dio pun kembali melangkah menuju ruangan kerjanya berada. Ia mengambil tas kerja dan kunci mobilnya karena ia berniat untuk pergi dari cafenya saat ini juga. Rencananya Dio ingin pergi ke sekolah Divan untuk menjemput putra angkatnya itu pulang bekerja. Entah mengapa setelah dibuat geram melihat reaksi rekan kerja Hanum pada Hanum tadi membuat Dio tiba-tiba saja ingin menemui Divan.


"Tuan, ini makanannya." Ucap pelayan menyerahkan sebuah plastik berisi makanan pada Dio.

__ADS_1


"Terima kasih." Ucap Dio lalu menerima plastik makanan. Setelahnya Dio pun melangkah keluar dari dalam cafe menuju mobilnya berada.


Setelah berada di dalam mobil, Dio meletakkan plastik makanan itu di jok belakang mobilnya. Plastik berisi makanan itu rencananya ingin Dio berikan untuk putra angkatnya. Dio yakin Divan pasti senang jika merasakan lezatnya makanan dari cafe miliknya.


Sebelum melajukan mobilnya menuju ke sekolah Divan, Dio menghubungi sopir yang biasa menjemput Divan untuk tidak menjemput Divan hari ini karena ia yang akan menjemput Divan.


"Divan, Papa datang." Ucap Dio lalu melajukan mobilnya keluar dari area cafe miliknya.


*


Dan pagi itu sebelum ia berangkat bekerja Hanum menyempatkan mengantarkan anak dan suaminya sampai ke parkiran mobil suaminya. Hanum menyalimi Divan namun tidak menyalami Dio karena ia tahu Dio enggan untuk menerimanya.


"Divan, baik-baik di sekolah dan jangan jajan sembarangan." Pesan Hanum pada Divan karena ia tahu putranya itu suka khilaf jika sudah melihat banyak makanan di kantin.


"Baik, Mah." Jawab Divan menurut.


Hanum tersenyum lalu mengusap kepala Divan. Setelahnya Divan pun masuk ke dalam mobil diikuti oleh Dio. Setelah kepergian mobil suaminya, Hanum pun segera melangkah ke arah parkiran motornya berada.

__ADS_1


"Semoga saja hari ini pekerjaanku lancar seperti hari sebelumnya." Harap Hanum sebelum mengendarai motornya.


Beberapa menit telah berlalu, kini Hanum telah tiba di perusahaan dan melangkah dengan semangat masuk ke dalam loby perusahaan.


"Hanum." Seperti biasa suara Sally terdengar memanggil namanya. Entah mengapa mereka selalu datang di waktu yang sama sejak di awal Hanum bekerja.


"Sally." Hanum tersenyum pada Sally dan mereka pun melangkah bersama menuju lift.


"Hanum, hari ini Nenek sihir itu sudah mulai bekerja kembali. Aku harap kau tidak bertemu dengannya agar hari-harimu tetap indah." Ucap Sally sedikit berbisik pada Hanum.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.

__ADS_1


__ADS_2