Istri Figuran

Istri Figuran
Teman terbaik


__ADS_3

Hanum seketika mengangkat kepalanya. "Benarkah? Kalian masih mau berteman dengan wanita buruk seperti diriku?" Tanya Hanum lirih.


"Tentu saja, Hanum. Bukankah sejak awal sudah aku katakan jika kami tidak akan perduli dengan baik buruknya masa lalumu?" Tanya Sally.


Hanum menganggukkan kepalanya. Untuk hal itu ia masih ingat dengan jelas sampai saat ini. Hanum pikir setelah apa yang mereka dengar tadi mereka tidak akan mau lagi berteman dengannya sama seperti rekan kerjanya di perusahaan Mahesa.


"Hanum, maaf sebelumnya, apa benar yang dikatakan Cita jika kau sudah memiliki seorang anak?" Tanya Alfin hati-hati takut menyinggung perasaan Hanum.


Hanum menganggukkan kepalanya tanpa ragu. "Ya, aku sudah memiliki seorang anak laki-laki yang kini sudah berusia lima tahun." Jawab Hanum.


Alfin, Sally dan Gaga saling pandang lalu menatap pada Hanum kembali. "Oh ya, kau bilang tadi Kak Cita? Apa dia memiliki hubungan keluarga denganmu? Dari perkataannya dia seperti sangat mengenal dirimu?" Tanya Alfin kemudian memilih mengalihkan pembicaraan mereka dari anak Hanum.


"Hanum terdiam beberapa saat sambil berpikir apakah ia harus mengatakan siapa Cita sebenarnya pada mereka.

__ADS_1


"Jika kau tidak ingin menjawabnya sekarang tidak masalah." Ucap Alfin seraya tersenyum. "Oh ya, lebih baik sekarang kita memesan makanan saja agar bisa segera makan siang." Lanjutnya kemudian.


"Baiklah." Jawab Hanum menyetujui perkataan Alfin. Kini ia merasa lega karena apa yang ditakutkannya tidak terjadi dan ketiga rekan kerjanya bukanlah orang-orang yang terlalu penasaran dengan kehidupan masa lalunya dan mau menjaga privasinya.


*


Jangan tanyakan bagaimana kehidupan Hanum saat bekerja setelah satu bulan lamanya bekerja di tempat yang sama dengan Cita. Setiap harinya ada saja ulah Cita yang kelewatan batas hingga membuatnya sering naik darah bahkan sesekali hampir tidak bisa mengontrol emosinya. Untung saja setelah banyak belajar untuk sabar sebelum datang ke perusahaan membuat Hanum kini sudah terbiasa dengan sindiran Cita dan hinaan yang keluar dari mulut Cita. Hanum berusaha mengabaikan setiap perkataan Cita dan menganggapnya angin lalu sama seperti saat ia menanggapi orang-orang yang menghinanya saat berada di kota B.


Dan sampai satu bulan berlalu Hanum tak kunjung memberitahukan pada ketiga rekan kerjanya tentang hubungan di antara ia dan Cita. Menurut Hanum itu bukanlah hal yang penting untuk ia beritahu dan Hanum sudah menganggap jika Cita bukanlah lagi bagian dari keluarganya sejak ia dicampakkan begitu saja oleh keluarganya.


"Hanum, Tuan Daniel menunggumu di dalam ruangannya. Tuan Daniel bilang ada seseorang yang ingin menemuimu di dalam ruangan kerjanya." Ucap Mba Kiki.


"Seseorang yang ingin menemui saya?" Ulang Hanum dan diangguki Mba Kiki sebagai jawaban.

__ADS_1


Karena tidak ingin mengundur waktu terlalu lama, Hanum pun segera berpamitan pada Mba Kiki untuk pergi ke ruangan Tuan Daniel.


Setibanya di depan ruangan Tuan Daniel, Hanum segera mengetuk pintu ruangan dan langsung mendapatkan sahutan dari dalam yang meminta Hanum untuk masuk.


Ceklek


Hanum membuka pintu ruangan lalu masuk ke dalamnya. Baru saja selangkah kakinya masuk ke dalam ruangan Daniel, Hanum sudah dibuat terkejut melihat sosok yang berada tidak jauh darinya saat ini.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2