
Pagi itu Calista terbangun dengan wajah yang nampak tak bersemangat karena pertanyaan kedua orang tuanya tadi malam sampai masuk ke dalam mimpinya.
"Kapan menikah?" Pertanyaan itu benar-benar membuat Calista menjadi pusing.
Tidak ingin terlalu memusingkan pertanyaan orang tuanya tadi malam. Calista lebih memilih segera masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan tubuhnya.
Pagi ini sudah memasuki awal semester baru perkuliahan. Dan pagi ini juga ia akan mengajar di salah satu kelas yang berisi mahasiswa semester enam.
"Semoga saja hari ini pekerjaanku berjalan lancar." Gumam Calista setelah ia selesai bersiap-siap pagi itu.
Setelah memastikan penampilannya rapi dan cantik tanpa kurang satu apapun, Calista pun segera turun ke lantai bawah menuju ruang makan dimana kedua orang tuanya sudah menunggunya di sana.
"Selamat pagi, Mommy, Daddy." Sapanya saat sudah berada di ruang makan.
"Selamat pagi anak Mom yang cantik." Jawab Mommy Diora sekaligus memberikan pujian pada putrinya yang nampak sangat cantik pagi itu.
Calista tersenyum mendengarnya. Wanita itu pun segera menarik salah satu kursi yang berhadadapan dengan Mommy Diora.
"Pagi ini sudah langsung mengajar ya, Nak?" Tanya Mommy Diora.
__ADS_1
Calista mengiyakannya. "Pagi ini Cal akan mengajar di salah satu kelas mahasiswa semester enam." Jawab Calista.
Mommy Diora mengangguk paham. Tidak banyak lagi percakapan di antara mereka karena Daddy Berto langsung saja mengajak mereka untuk sarapan pagi agar tidak terlalu lama menghabiskan waktu.
Dua puluh menit berlalu, sarapan pagi bersama pun selesai. Calista yang tidak ingin datang terlambat ke kampus pun segera berpamitan untuk berangkat menuju kampus milik keluarganya itu.
Bug
Calista yang sedang berjalan di lorong kelas menuju ruangan dosen berada tak sengaja ditabrak oleh seorang mahasiswa pria.
"Maaf Bu Dosen." Ucapnya sambil menepuk-nepuk pundaknya seolah kotor setelah menabrak Calista.
Calista tak menjawabnya. Ia justru menatap pria putih tinggi di depannya saat ini dengan tatapan intens.
Pria itu hanya diam sambil menatap balik wajah Calista. Merasa tidak mendapatkan jawaban dari pria itu, Calista pun memilih melangkah meninggalkan pria itu begitu saja.
"Calista!" Rose yang baru saja datang ke kampus pun sedikit berteriak memanggil nama Calista.
Calista menghentikan langkahnya dan menatap pada Rose dengan wajah yang nampak sebal.
__ADS_1
"Ada apa, Cal?" Tanya Rose melihat wajah tak bersahabat Calista.
"Tidak apa-apa. Hanya saja tadi ada mahasiswa pria yang menabrakku karena dia terlalu fokus bermain ponsel." Jawab Calista.
"Pria yang mana?" Rose merasa penasaran.
Calista memutar kepalanya mencari keberadaan pria yang dimaksud olehnya.
"Itu dia." Ucap Calista sambil mengarahkan pandangan pada pria yang kini sedang berjalan bergandengan dengan seorang wanita cantik yang tidak Calista ketahui siapa namanya.
"Oh, dia." Rose mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Apa kau kenal dengannya?" Tanya Calista.
Rose menggeleng. "Tidak. Hanya saja aku cukup tahu siapa dia." Jawab Rose.
"Dia siapa?" Tanya Calista cepat seakan ingin tahu.
"Maksudku aku hanya tahu sikapnya dari cerita beberapa mahasiswa. Dari cerita yang aku dengar pria itu adalah pria playboy di kampus ini. Sudah banyak wanita yang menjadi kekasihnya di sini." Jawab Rose.
__ADS_1
"Oh... ternyata pemain wanita." Calista menganggukkan kepalanya lalu melangkah diikuti oleh Rose.
***