
Hanum tidak lagi memusatkan pandangannya pada foto yang dikirimkan oleh Dio justru memperhatikan nomer yang mengirimkan pesan kepadanya.
"Ini nomer ponsel Dio?" Tanya Hanum pada dirinya sendiri namun dapat didengar oleh Digo.
"Apa Kak Dio mengirimkan pesan kepada Kakak?" Tanya Dio.
Hanum nampak ragu menjawabnya. Hanum pun memilih menunjukkan nomer ponsel yang mengirim pesan kepadanya pada Digo. "Apa ini nomer ponsel Dio?" Tanya Hanum.
Digo menganggukkan kepalanya. "Apa selama menikah Kakak tidak pernah menyimpan nomer ponsel Kak Dio?" Tebak Digo.
Hanum menggelengkan kepalanya. Hanum pun teringat dengan nomer Dio yang acap kali menelefonnya namun sering diabaikan olehnya. "Jadi nomer asing yang sering menelefonku selama ini adalah nomer Dio?" Gumam Hanum dibuat tak percaya.
Hanum pun mulai merasa bersalah karena beberapa kali mengabaikan panggilan dari suaminya itu termasuk pada saat ia sedang berwisata dengan ketiga rekan kerjanya. "Tapi untuk apa dia menghubungiku? Di saat bertemu dia tidak pernah menyebutkan jika dia menghubungiku." Hanum dibuat berpikir sendiri hingga akhirnya melupakan membalas pesan yang Dio kirimkan.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian mobil milik Digo pun telah berhenti tepat di depan gedung perusahaan Alexander. "Digo, kenapa kau mengantarkan Kakak sampai masuk ke dalam?" Tanya Hanum.
"Karena ini adalah perintah dari Kak Dio. Kak Dio meminta Aku agar mengantarkan Kakak sampai ke dalam perusahaan." Jawab Digo seadanya.
"Digo..." Hanum dibuat frustasi dengan tingkah kakak beradik itu. Tak ingin banyak berbicara karena hanya membuang waktu dan tenaganya saja, akhirnya Hanum pun turun dari dalam mobil setelah mengucapkan terima kasih pada Digo.
Cita yang melihat Hanum keluar dari mobil sport yang berbeda pun nampak membulatkan kedua matanya karena sudah untuk yang kesekian kalinya ia melihat Hanum diantarkan oleh berbagai mobil mewah. "Sialan! Sebenarnya dengan siapa wanita murahan itu dekat saat ini? Kenapa begitu banyak mobil mewah yang mengantarkannya?" Gerutu Cita. Cita pun membandingkan Hanum dengan dirinya. Selama bekerja di perusahaan Alexander tak sekali pun Cita diantarkan oleh mobil mewah selain mobil milik papa tirinya. Sedangkan Hanum baru beberapa bulan bekerja sudah banyak mobil mewah yang mengantarkannya pergi bekerja.
Hanum yang menyadari jika Cita memperhatikan dirinya berusaha mengabaikannya dan terus berjalan masuk ke dalam perusahaan. Sampai berada di dalam ruangan kerjanya Hanum pun melupakan membalas pesan foto dari suaminya hingga membuat Dio yang sudah berada di dalam pesawat dibuat kesal karenanya.
Marvel pun memperhatikan gerak-gerik Dio yang sedang kesal hingga akhirnya ia melihat Dio kembali mengirimkan foto pada Hanum jika saat ini ia sudah berada di dalam pesawat.
"Sialan! Berani sekali dia mematikan jaringan datanya dan tidak menghidupkan wifinya!" Gerut Dio lagi karena pesannya tidak terkirim pada Hanum.
__ADS_1
Marvel yang melihat Dio sedang kesal entah mengapa dibuat sangat senang hingga tak tahan ingin tertawa.
"Hahaha." Marvel akhirnya tertawa kecil sambil menatap ke arah lain agar Dio tidak menyadari jika dirinya sendang menertawakannya.
"Ada apa denganmu? Kenapa kau tiba-tiba tertawa? Apa kau kesurupan?" Tanya Dio beruntun.
Marvel tak menjawabnya justru semakin tertawa terbahak-bahak.
"Diamlah atau aku siram dirimu!" Ancam Dio yang mulai merasa ngeri mendengarkan tawa Marvel.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗