
Hanum menatap suaminya yang sedang berjalan ke arah ranjang dan memusatkan pandangannya pada bagian tengah tubuh suaminya. Terlihat jelas oleh matanya ada yang menonjol namun bukan bisul.
"Ehm." Dio berdehem menyadari arah tatapan mata istrinya.
Hanum pun tersadar dari pusat pandangannya dan segera menatap wajah Dio.
"Kau melihat apa?" Tanya Dio.
"Tidak ada." Jawab Hanum singkat.
Dio tentu saja tidak percaya begitu saja namun ia memilih diam tak ingin jika Hanum jujur dan membuatnya malu nantinya.
Drama singkat di antara mereka di waktu dini hari itu pun berakhir di saat Dio sudah naik ke atas ranjang dan meminta Hanum untuk tidur.
__ADS_1
Dan untuk menjaga-jaga agar Hanum tidak memergoki dirinya lagi, malam berikutnya Dio memilih untuk menonton film dewasa itu di dalam ruangan kerjanya saja. Semakin banyak ia menonton adegan dewasa di laptopnya maka semakin tinggi keinginannya untuk menyentuh istrinya itu.
"Rasanya aku sudah tidak sabar untuk memilikinya seutuhnya. Tapi apa tidak egois jika aku menyentuhnya di saat aku masih berstatus kekasih Calista?" Pertanyaan itu tiba-tiba muncul di benak Dio.
Entah mengapa Dio merasa menjadi pria jahat saat ini karena menginginkan menyentuh istrinya di saat dirinya belum bisa melepaskan Calista dari kehidupannya. "Aku harus apa? Tapi bukankah di sebuah rumah tangga melakukannya adalah hal yang wajar? Jika harus melakukan dengan cinta lalu bagaimana dengan mereka yang dijodohkan sama sepertiku dan mereka melakukannya setelah menikah. Aku rasa di awal melakukannya mereka melakukannya bukan tanpa cinta." Ucap Dio memikirkan pernikahan orang lain yang terjadi tanpa cinta di dalamnya. Bahkan dari banyak pengalaman hidup yang sudah ia lalui, tak jarang Dio menemukan seorang pria yang sudah memiliki anak namun belum bisa mencintai istrinya.
"Sudahlah. Memikirkannya membuat kepalaku sakit saja." Ucap Dio tak ingin banyak berpikir.
Aktivitas Dio di saat dini hari tentu saja membuat Hanum yang sering terjaga di saat dini hari tiba dibuat bingung. Hanum selalu bertanya-tanya apa yang dilakukan suaminya itu hingga tidur selalu larut seperti beberapa malam terakhir ini.
Tanpa terasa satu minggu telah berlalu, sikap Dio masih tetap sama dan Hanum berusaha terbiasa dengan aktivitas suaminya itu dan tidak memikirkannya lagi. Ia mencoba percaya saja pada Dio yang mengatakan jika Dio banyak perkerjaan dan ia hanya bisa fokus mengerjakannya di saat dini hari.
Dan tanpa terasa hari itu adalah waktu ke berangkatan Dio ke kota Malang bersama Marvel. Entah apa tujuan pasti suaminya itu pergi ke kota Malang bersama Marvel yang notabanenya adalah pemilik perusahaan. Jika melakukan perjalanan bisnis rasanya mereka tidak sejalan karena Dio adalah pemilik cafe dan Marvel adalah pemimpin perusahaan.
__ADS_1
Walau pun merasa bingung namun Hanum memilih tidak banyak bertanya karena ia percaya jika suaminya itu pergi benar-benar untuk melakukan perjalanan bisnis bukan hal lain.
"Persiapkan dirimu dengan baik. Pulang dari Malang aku akan membawamu pergi bulan madu." Ucap Dio pelan pada Hanum yang pagi itu pergi bersama Divan mengantarkannya ke bandara.
Deg
Jantung Hanum berdebar-debar. Bukan karena perkataan Dio, namun karena tatapan aneh pria itu saat mengatakannya.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗