
"Yani, ada apa denganmu?" Tanya Bu Tias pada putrinya yang baru saja masuk ke dalam dapur dengan wajah masam.
Yani yang diberikan pertanyaan hanya diam dengan wajah yang masih masam. Ia melangkah ke arah meja makan lalu mendaratkan bokongnya di sana. Menumpu kedua siku di atas meja untuk menyangga wajahnya.
Bu Tias yang merasa bingung melihat sikap putrinya pun memilih menghentikan kegiatannya yang sedang membereskan meja kompor dan melangkah mendekati Yani.
"Katakan pada Ibu ada apa?" Tanyanya.
Yani masih diam. Wajahnya yang tadi masam kini berubah sendu. "Ibu, apa Ibu pernah merasakan patah hati pada Ayah?" Tanya Yani.
Bu Tias dibuat bingung mendengarnya. Keningnya sampai mengkerut karena tidak mengerti dengan pertanyaan putrinya itu.
Melihat kebingungan di wajah Ibunya membuat wajah Yani kembali masam. "Maksud Yani apa sebelumnya ibu pernah merasakan patah hati karena melihat pria yang ibu suami bermesraan dengan wanita lain?" Jelas Yani.
Bu Tias masih mencoba mencerna pertanyaan dari putrinya. "Sepertinya tidak pernah. Ibu tidak pernah merasakan jatuh hati pada pria selain pada ayahmu." Jawab Bu Yani.
"Agh sudahlah, bercerita pada Ibu tidak asik." Ucapnya lalu bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan dapur.
Bu Tias yang masih tidak mengerti ada apa dengan putrinya pun dibuat menggeleng dan tak ambil pusing dengan sikap Yani. Ia pun memilih melanjutkan pekerjaannya kembali tanpa berniat menyusul Yani.
Sedangkan di area kolam renang, Dio dan Hanum nampak tertawa bersama saat Dio dengan jahil menyipratkan air ke wajah Hanum.
__ADS_1
"Hentikan. Kau bisa membuat bajuku basah!" Ucap Hanum di sela tawanya.
"Apa? Lanjutkan?" Dio berpura-pura tidak jelas mendengar lalu kembali menyipratkan air ke wajah Hanum.
"Dio..." Hanum yang merasa geram pun bangkit dari kursi dan berjalan ke pinggir kolam.
"Kau ini benar-benar. Bajuku jadi basah begini kan." Gerutunya.
Dio tertawa-tawa mendengarnya. "Kau bisa menggantinya nanti setelah aku selesai berenang.
"Tidak mau. Aku kan malas mau bergerak." Jawabnya.
Byur
"Aaa..." Hanum terpekik saat Dio tiba-tiba saja menarik tangannya hingga kini tubuhnya masuk ke dalam kolam.
"Dio..." Hanum memegang erat boxer yang Dio kenakan untuk pertahanannya di dalam air.
"Hei, jangan memegang celanaku, pinggangku saja." Ucap Dio.
Hanum menurutinya lalu memegang pinggang Dio dengan kedua tangannya. "Kau ini benar-benar jahil. Aku kan sudah bilang tidak mau berenang!" Gerutu Hanum.
__ADS_1
Dio kembali tertawa. Ia pun menyiramkan air ke wajah Hanum hingga membuat Hanum memejamkan kedua kelopak matanya. Merasa mendapatkan kesempatan, Dio langsung saja mendaratkan kecupan di bibir mungil Hanum.
"Dio." Wajah Hanum nampak memerah setelah mendapatkan kecupan dari Dio.
"Itu bonus karena kau memelukku." Ucap Dio dengan tersenyum menyeringai.
Hanum yang tersadar jika dirinya kini tengah memeluk Dio hingga tidak menyisakan jarak di antara mereka mencoba melepaskan tangannya dari pinggang Dio. Namun bukan Dio namanya jika mau melepaskan Hanum begitu saja.
"Jangan melepaskannya atau aku akan memper-kosamu di sini." Ancamnya seraya tersenyum licik.
"Kau..." Hanum dibuat geram sekaligus takut dengan ancaman Dio. Terpaksa ia kembali melingkarkan tangannya di pinggang Dio.
"Kalau penurut seperti ini kau terlihat lebih manis." Ucap Dio lalu memberikan kecupan di sebelah pipi Hanum.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗
__ADS_1