
Tidak ada perasaan aneh apapun yang Calista rasakan karena ingin kembali ke tanah air. Wanita itu hanya merasa tidak sabar kembali ke tanah air dan bertemu dengan keluarga dan kekasihnya di sana.
"Kau sudah selesai bersiap-siap, Cal?" Tanya Rose yang baru saja masuk ke dalam apartemen milik Calista.
"Belum semua. Tinggal memasukkan beberapa baju dan barang penting lainnya saja." Jawab Calista.
Rose menganggukkan kepalanya. Ia dan Calista pun melangkah masuk ke dalam ruang tamu. Calista meminta Rose untuk duduk di sofa lebih dulu sambil menunggunya kembali dari dapur mengambilkan minuman untuk wanita itu.
Sambil menunggu Calista kembali, Rose menatap ke sekitar ruangan yang dapat ia jangkau dengan penglihatannya. Terlihat kondisi apartemen Calista saat ini tidak berbeda jauh dari terakhir kali yang ia lihat. Hanya ada beberapa koper yang terletak di sudut ruangan dan tas sepatu milik Calista yang belum dirapikan oleh Calista.
Tak berselang lama, Calista nampak telah kembali dari dapur dengan membawa nampak berisi minuman untuk Rose.
"Kau serius datang ke sini karena ingin membantuku beres-beres?" Tanya Calista.
"Ya, tentu saja. Memangnya ada apa, Cal?" Tanya Rose.
"Tidak apa-apa. Hanya saja aku masih bisa mengerjakan semuanya sendiri tanpa merepotkan dirimu." Jawab Calista.
__ADS_1
Rose menghela nafas. Sebelum menjawab perkataan Calista ia memilih meneguk minuman yang Calista bawakan untuknya lebih dulu. "Aku tidak merasa direpotkan sedikit pun, Cal." Jawabnya kemudian.
Calista tersenyum saja. Sebagai seorang perantau di negeri orang ia merasa beruntung mendapatkan teman seperti Rose yang sangat baik kepadanya.
"Oh ya, Cal. Kau sudah mencoba menghubungi kekasihmu lagi?" Tanya Rose saat matanya tak sengaja menangkap foto Dio yang terpajang di dinding apartemen.
"Sudah. Tapi dia mengabaikannya. Sepertinya dia sedang sibuk." Jawab Calista berfikir positif.
Rose terdiam karena tak yakin. Dari mendengar cerita Calista sepertinya Dio mulai berubah pada Calista dan menunjukkan sikap mengabaikan dan ingin menjauhi Calista.
Calista tak langsung mengiyakannya. Ia melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya lalu menimbang waktu di tanah air saat ini. "Sepertinya saat ini sudah memasuki jam makan siang. Sepertinya Dio juga sedang tidak bekerja dan beristirahat." Gumam Calista.
Calista pun mencoba menuruti saran Rose untuk menghubungi Dio. Beberapa saat menunggu panggilan telefonnya masuk ke nomer Dio namun tak kunjung tersambung. Hingga pada deringan ketiga panggilan dari Calista tak kunjung terhubung dengan Dio.
"Belum diangkat?" Tanya Rose pelan.
Calista menggeleng sebagai jawaban.
__ADS_1
Dio yang sedang berada di cafe miliknya bersama Marvel pun nampak menatap pada layar ponselnya yang terus menyala memperlihatkan adanya panggilan masuk dari Calista.
"Kau tidak mau mengangkatnya?" Tanya Marvel pada Dio.
Dio menggeleng. "Biarkan saja. Lagi pula aku tidak tahu harus berkata apa kepadanya." Jawab Dio.
Marvel memperhatikan nama pemanggil di ponsel Dio. Nama kontak Calista di ponsel Dio nampak sudah berganti dengan nama asli wanita itu. "Sampai kapan kau mau mengabaikannya? Masalah kalian tidak akan selesai jika terus dibiarkan berlarut-larut." Ucap Marvel.
"Aku akan menyelesaikannya saat aku sudah bertemu langsung dengannya. Dia tidak akan percaya jika aku mengatakan lewat telefon jika saat ini aku sudah menikah dan sudah memiliki anak." Ucap Dio.
***
Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Noda Menjadi yang Kedua, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗
__ADS_1