Istri Figuran

Istri Figuran
Mengundurkan diri


__ADS_3

Setelah pembicaraan Hanum dan Dio malam itu, akhirnya keesokan harinya Hanum mulai membuat surat pengunduran dirinya dari perusahaan Alexander. Ya, Hanum sudah membulatkan tekadnya untuk tak mengundur waktu lebih lama untuk berhenti dari pekerjaannya.


Tentu saja mendengar Hanum yang ingin mengundurkan diri dari pekerjaannya membuat Sally yang sudah merasa nyaman bekerja dengan Hanum merasa sedih.


"Jika kau tidak bekerja lagi jadi siapa yang akan menjadi pendengar setiaku?" Ucap Sally dengan wajah murung pada Hanum.


Hanum tersenyum seraya mengusap lengan Sally yang duduk di sebelahnya. "Masih ada Gaga dan Alfin yang mau mendengarkan ceritamu. Dan aku juga bisa mendengarkannya walau kita tidak bekerja di tempat yang sama lagi." Jawab Hanum.


Sally menghela nafas. "Mereka berdua itu tidak asik, Hanum. Mereka hanya senang menggodaku tanpa mau mendengar ceritaku." Ucap Sally.


"Siapa bilang aku tidak mau mendengarkan ceritamu? Bahkan jika kau masu sebelum aku tidur di waktu malam aku mau mendengarkan seluruh ceritamu." Sahut Gaga.


Sally melototkan kedua matanya pada Gaga. "Bicara sembarangan!" Ketusnya pada Gaga. Sally menganggap perkataan Gaga saat ini hanyalah bercanda belaka.


"Siapa yang berbicara sembarangan? Aku serius." Jawab Gaga dengan wajah serius.


Sally dibuat tak dapat berkata-kata. Entah mengapa ia merasa sikap Gaga akhir-akhir ini terasa berbeda kepadanya.


"Ehm, ehm. Sepertinya sudah ada benih-benih cinta nih." Goda Alfin yang sejak tadi hanya menjadi pendengar saja.

__ADS_1


"Kau ini bicara apa?" Sembur Sally pada Alfin.


Hanum tertawa melihat sikap ketiga rekan kerjanya itu. Tawanya pun semakin lepas saat melihat wajah Sally yang kini memerah karena digoda oleh Alfin.


"Hanum, kau menertawakan aku?" Tanya Sally dengan wajah sebal pada Hanum.


"Maaf. Aku tertawa karena kau terlihat lucu." Jawab Hanum.


Sally mendengus mendengarnya. Di tengah pembicaraan mereka di kantin siang itu, pandangan Sally tiba-tiba saja tertuju pada Cita yang baru saja masuk ke dalam kantin bersama Nimas.


"Hanum, lihat kakak tirimu itu." Ucap Sally pelan pada Hanum.


"Lihatlah, wajahnya terlihat lelah sekali sejak masuk bekerja tadi. Dia juga seperti tidak bersemangat saat bekerja." Ucap Sally.


Hanum masih diam dan menatap wajah kakak tirinya itu dengan intens.


"Benar kan?" Kali ini Sally bertanya pada Alfin karena Hanum tak kunjung menjawab perkataannya.


"Kau benar. Dia terlihat lemas sekali tidak seperti biasanya." Jawab Alfin.

__ADS_1


Sally, Hanum, Alfin dan Gaga pun kini memusatkan pandangan mereka pada Cita. Dapat mereka lihat saat ini Cita terlihat sangat lelah bahkan wanita itu menjatuhkan wajahnya di atas kedua tangannya yang terlipat di atas meja.


"Dia seperti orang yang habis bekerja keras saja." Sally kembali berkomentar.


"Sudahlah, tidak usah memperhatikan dirinya lagi." Ucap Gaga yang merasa malas karena mereka selalu saja membahas Cita.


Mereka pun mengalihkan pandangan masing-masing dari Cita setelah mendengar perkataan Gaga.


Sebenarnya apa yang dilakukan Kak Cita saat ini kenapa dia terlihat lelah sekali tidak seperti biasanya? Tanya Hanum dalam hati. Sedikit banyaknya Hanum masih peduli dengan kakak tirinya itu.


"Oh ya, Hanum. Jadi kapan kau akan menyerahkan surat pengunduran dirimu pada Tuan Richard? Tanya Alfin.


"Sepertinya besok pagi aku akan menyerahkan surat pengunduran diri pada Tuan Richard." Jawab Hanum.


***


Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Noda Menjadi yang Kedua, ya🖤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2