
Ini bukan seperti cerita di novel yang biasanya Hanum baca jika pria yang terpaksa menikah tidak akan mau tidur di kamar yang sama dengan wanita yang dinikahinya. Namun apa yang terjadi padanya saat ini setelah satu minggu pernikahan mereka hampir sama seperti cerita di novel karena ternyata Dio hanya memilih satu kamar dengannya tapi tidak dengan tidur satu ranjang dengannya.
Satu minggu telah berlalu sejak mereka tinggal bersama Dio lebih banyak menghabiskan waktu di luar bahkan sangat jarang pulang ke apartemen. Pria itu hanya pulang untuk mandi dan berganti pakaian setelahnya pergi begitu saja dan entah jam berapa kembali ke apartemen.
Hanum berusaha tidak mempermasalahkan sikap Dio. Menurutnya wajar saja Dio bersikap demikian karena pria itu belum bisa menerima kehadirannya. Hanum sadar diri kehadirannya di hidup Dio hanya membuat Dio merasa terbebani sampai menduakan kekasih hatinya.
__ADS_1
Tapi apalah daya, nasi sudah menjadi bubur dan Hanum juga tidak bisa menolak keinginan dari wanita yang sudah banyak membantu hidupnya selama lima tahun belakangan ini. Hanum pun berusaha tidak bersedih menjadi istri yang tidak dianggap karena menurutnya sebelum ini hidupnya jauh lebih menyedihkan.
Satu hal yang membuat Hanum cukup senang saat ini, Divan sudah bersekolah di yayasan milik keluarga Alexander dan Dio mau bertanggung jawab dengan memberikan seorang sopir untuk mengantar jemput Divan pergi dan pulang sekolah.
Sesuai dengan permintaannya pada Bu Shanty dan Dio beberapa waktu lalu, Hanum meminta diperbolehkan untuk bekerja setelah berada di ibu kota dengan alasan melanjutkan jenjang kariernya. Dan permintaan Hanum tentu saja dikabulkan oleh Bu Shanty dan Dio karena terbukti saat ini Hanum sudah mendapatkan panggilan dari perusahaan Alexander untuk bekerja di perusahaan mereka dalam waktu dua hari setelah satu minggu yang lalu Hanum mengirimkan lamaran pekerjaan di sana.
__ADS_1
Jika ditanya kenapa Hanum tidak bekerja di perusahaan Mahesa yang ada di ibu kota saja jawabannya hanya ada satu saat ini, karena para karyawan yang bekerja di sana belum mengetahui siapa yang akan melanjutkan memimpin perusahaan Mahesa dan Bu Shanty tidak mau kehadiran Hanum di sana membuat para karyawan dapat menebak siapa yang akan melanjutkan memimpin perusahaan Mahesa.
"Untung saja aku sudah membawa beberapa pakaian kerja hingga tidak perlu membelinya lagi di sini." Ucap Hanum merasa lega karena ia tidak harus mengeluarkan uang saat ini. Ia harus berhemat karena tabungannya dari hasil bekerja di perusahaan Mahesa tinggal sedikit.
Hanum melihat jam yang menggantung di dinding. Satu jam lagi adalah jadwal Divan pulang sekolah. Hanum pun mempersiapkan dirinya untuk menjelaskan pada Divan nanti jika sebentar lagi ia akan kembali bekerja dan Divan akan ia titipkan dengan pengasuh barunya.
__ADS_1
"Semoga saja Divan bisa menerima pengasuhnya yang baru." Ucap Hanum. Ada rasa cemas yang kini Hanum rasakan karena takut Divan tidak menerima jika dirinya kembali bekerja. Namun apalah daya untuk saat ini Hanum benar-benar sangat membutuhkan pekerjaan untuk menghidupi putra kecilnya itu.
***