Istri Figuran

Istri Figuran
Dia tidak menerimanya


__ADS_3

"Papa menjemput Divan pulang?" Tanya Hanum merasa terkejut mendengarnya. Setelah tadi pagi suaminya dengan baik hati mengantarkan Divan pergi sekolah kini suaminya itu semakin baik hati menjemput putranya pulang sekolah.


"Ya." Divan mengangguk-anggukkan kepalanya sebagai jawaban.


"Lalu dimana Papa saat ini?" Tanya Hanum berharap Dio ada di apartemen saat ini.


"Papah pergi, Mah." Wajah Divan berubah layu setelah mengatakannya.


"Pergi kemana? Dan kenapa wajah Divan bersedih seperti itu?" Tanya Hanum.


"Divan tidak tahu, Mah. Papa hanya bilang mau pergi dan malam ini tidak tidur di apartemen.


Hanum terdiam setelah mendengarkan jawaban dari Divan. Sepertinya niatnya yang ingin mempertanyakan secara langsung maksud Dio membelikannya motor harus ia tunda karena Dio tidak pulang ke apartemen malam ini.


Jadilah keesokan harinya Hanum berangkat tetap menggunakan bus karena ia tidak mau menggunakan motor yang diberikan Dio sampai ia bertemu langsung dengan Dio dan menanyakan maksud Dio memberikan motor untuknya.

__ADS_1


Saat Hanum sedang berjalan menuju perusahaan Alexander setelah turun dari halte bus, di saat itu pula mobil Dio melintas melewatinya tanpa sepengetahuan Hanum. Melihat Hanum yang masih menggunakan bus sebagai alat transportasinya menuju perusahaan tentu saja membuat Dio bingung kenapa istrinya itu tidak menggunakan motor barunya untuk berangkat bekerja.


Karena tak ingin berpikiran yang macam-macam, jadilah Dio menghubungi kembali pihak sorum untuk mempertanyakan apakah motor yang dipesannya benar-benar sudah dikirim atau belum. Setelah mendapatkan jawaban dari pihak sorum jika motor yang dipesan Dio sudah sampai di tangan Hanum, Dio pun mengepalkan kedua tangannya karena merasa kesal Hanum tidak menghargai pemberiannya.


Mendapat bahan untuk mengungkapkan kekesalannya karena sikap Hanum, Dio pun menceritakan apa yang dilihatnya pagi ini pada Marvel lewat sambungan telefonnya.


"Kau dengar itu. Dia sama sekali tidak menghargai pemberianku. Jadi mulai sekarang jangan memaksaku untuk menghargai keberadaannya." Tekan Dio pada Marvel.


Marvel yang baru saja sampai di perusahaannya dibuat bingung kenapa Hanum tidak menghargai pemberian motor dari Dio. Rasanya ada yang menjanggal saat ini, pikirnya. Marvel pun membiarkan Dio melampiaskan kekesalannya dengan marah-marah kepadanya di sambungan telefon. Setelah panggilan terputus, langsung saja Marvel menghubungi Daniel dan meminta Daniel untuk mempertanyakan suatu hal pada Hanum nanti.


"Aku yakin Hanum memiliki alasan untuk tidak memakainya." Ucap Marvel setelah panggilan telefonnya dan Daniel terputus.


*


"Tuan Daniel?" Ucap Hanum merasa terkejut karena yang menunggunya saat ini adalah Daniel. Pemimpin dari perusahaan Alexander.

__ADS_1


Daniel tersenyum pada Hanum lalu meminta Hanum untuk duduk di kursi yang berhadapan dengannya.


"Ada apa anda memanggil saya ke sini, Tuan?" Tanya Hanum ramah pada Daniel.


"Panggil Daniel saja. Kita hanya sedang berdua saat ini." Ucap Daniel tak ingin Hanum terlalu bersikap formal kepadanya.


Hanum pun menganggukkan kepalanya tanpa bantahan lebih dulu.


"Maksud saya memintamu datang ke sini karena ada satu hal yang ingin saya tanyakan kepadamu." Ucap Daniel pada Hanum.


"Apa itu, Tuan? Agh maksud saya Daniel." Tanya Hanum. Merasa penasaran dengan apa yang ingin Daniel tanyakan kepadanya.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 dan komennya dulu, ya.

__ADS_1


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2