Istri Figuran

Istri Figuran
Aktivitas baru


__ADS_3

Setelah memutuskan untuk tidak lagi bekerja di perusahaan membuat Hanum lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah. Hanum yang sejak dulu notabanenya adalah wanita pekerja dan tidak hanya diam di rumah pun mulai merasa bosan dengan aktivitasnya saat ini. Terlebih jika Divan dan Dio sudah berangkat ke sekolah dan bekerja, Hanum jadi bingung harus melakukan apa di rumah karena Dio melarangnya untuk mengerjakan pekerjaan rumah.


"Jadi kau merasa bosan terus di rumah?" Tanya Dio pada Hanum setelah wanita itu mengungkapkan isi hatinya.


"Ya, aku ingin memiliki waktu beraktivitas di luar." Jawab Hanum.


Dio mengusap perut istrinya yang terlihat semakin besar karena berisi anaknya yang sudah berusia enam bulan di dalam sana. "Maksudmu kau ingin bekerja lagi begitu?" Tanya Dio memastikan.


Hanum terdiam beberapa saat. Dio pun ikut diam menanti jawaban dari istrinya tersebut. "Tidak bekerja seperti dulu. Tapi aku ingin memiliki aktivitas." Jawab Hanum.


Dio tersenyum dan mengecup sayang kening istrinya. "Aku sudah memikirkan aktivitas apa yang bisa kau lakukan agar kau tidak merasa bosan." Ucap Dio.


"Apa itu?" Hanum terlihat sangat penasaran.


"Kau ingat bukan jika cabang cafe baru milikku akan buka dalam waktu satu minggu lagi?" Tanya Dio.


"Maksudmu cafe yang berada di dekat kampus milik keluarga Calista?" Tanya Hanum memastikan.

__ADS_1


Dio menganggukkan kepalanya. "Ya. Cafe itu." Jawabnya.


"Lalu ada apa?" Tanya Hanum cepat merasa sudah sangat penasaran.


"Kau bisa beraktivitas di sana sebagai pengelola cafe." Jawab Dio.


"Apa?" Hanum terkejut mendengarnya.


"Kenapa terkejut begitu, hm?" Dio mengusap kepala istrinya itu. "Sejak cafe itu dibuat aku sudah berfikir bagaimana jika istriku saja yang mengelola cafe itu karena aku tidak mungkin bisa melakukannya karena sudah terlalu banyak pekerjaan yang harus aku tangani."


"Apa kau bercanda ingin menjadikan aku pengelola cafe? Kau tahu bukan jika aku tidak memiliki bakat di sana." Ucap Hanum.


"Apa kau serius?" Hanum merasa senang mendengarnya. Akhirnya keinginannya tercapai bisa beraktivitas di luar rumah lagi.


"Ya. Tentu saja aku serius. Bekerja sebagai pengelola cafe setidaknya tidak membuatmu memiliki waktu terikat. Kau bisa istirahat kapan saja kau mau dan Divan juga bisa bermain di sana karena di sana aku sudah menyiapkan tempat bermain untuknya." Jawab Dio.


"Sayang..." Hanum memeluk tubuh suaminya itu. Ia tidak menyangka jika Dio sudah mempersiapkan ini semua untuknya. Untuk kesenangan dirinya dan putranya.

__ADS_1


"Tapi kau tahu bukan jika ini semua tidak gratis?" Dio berbisik di telinga istrinya hingga membuat Hanum merasa merinding mendengarnya.


"Ma-maksudmu?" Hanum berpura-pura tidak tahu.


"Tentu saja maksudku kau harus menjadi pemimpin perang malam ini. Kau harus bekerja dengan baik sebagai ucapan terima kasihmu kepadaku." Ucap Dio lalu mengedipkan sebelah matanya pada Hanum.


Tangan Hanum pun dengan cepat mencubit pinggang suaminya. "Dasar mesum!" Ucapnya.


Dio meringis dan kemudian tertawa. "Kenapa memangnya jika aku mesum? Toh aku hanya mesum pada istriku sendiri bukan pada istri orang lain." Seloroh Dio.


Hanum dibuat malu mendengarnya. Hanum pun memeluk tubuh Dio dan kembali mengucapkan terima kasih pada suaminya itu.


***


Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Noda Menjadi yang Kedua, ya🖤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2