Istri Figuran

Istri Figuran
Kenapa kau mengabaikanku?


__ADS_3

Malam harinya di saat Hanum baru saja terbaring di atas ranjang dan memainkan ponselnya, Hanum sudah dibuat bingung melihat banyaknya notifikasi pesan masuk dari nomer Dio yang belum disimpan olehnya. Merasa penasaran isi pesan dari Dio, Hanum pun langsung membukanya.


Deretan pesan yang intinya melarangnya untuk dekat dengan Richard membuat Hanum bingung kenapa suaminya itu bersikap seperti suami posesif pada umumnya. "Dia ini kenapa? Apa dia tidak sadar jika Richard itu adalah sepupunya dan atasanku di kantor? Bisa-bisanya dia melarangku untuk dekat dengan Richard." Ucap Hanum sambil menggelengkan kepalanya.


Dari pada dibuat bingung dengan isi pesan dari Dio, Hanum lebih memilih menyimpan kontak suaminya itu dulu. Namun belum sempat Hanum menekan tanda simpan, Hanum sudah dikagetkan dengan telefon masuk dari Dio.


Hanum pun segera mengangkat telefon masuk dari Dio dan meletakkan ponsel di daun telinganya.


"Kenapa kau mengabaikan pesan dariku?" Ucap Dio sedikit keras di seberang sana hingga membuat telinga Hanum sakit dan Hanum pun sontak menjauhkan ponsel dari telinganya.


"Bisakah kau berbicara sedikit pelan?" Tanya Hanum setelah meletakkan kembali ponsep ke daun telinganya.


"Tidak!" Ucap Dio ketus.

__ADS_1


Hanum menghela nafasnya dan helaan nafasnya itu terdengar oleh Dio di seberang sana.


"Aku baru saja ingin menyimpan kontakmu dan kau sudah menelefonku." Ucap Hanum kemudian.


"Apa?!" Dio kembali berucap keras hingga membuat Hanum kembali menjauhkan ponsel dari telinganya. "Kau bilang apa? Kau baru mau menyimpan kontakku? Jadi selama ini kau tidak pernah menyimpan kontakku?" Tanya Dio ketus.


Hanum menganggukkan kepalanya walau anggukan kepalanya tidak akan terlihat oleh Dio di seberang sana.


"Jika kau menelefonku hanya untuk marah-marah lebih baik matikan saja sambungan telefonnya." Ucap Hanum. Hari ini tubuhnya sudah cukup lelah setelah seharian bekerja di luar perusahaan di tambah mengerjakan pekerjaan rumah dan Dio dengan seenaknya marah-marah dengannya.


"Kau mengancamku?" Dio semakin bertambah kesal.


"Aku tidak mengancammu. Tapi aku tidak mengerti dengan sikapmu." Jawab Hanum yang berhasil membuat Dio terdiam di seberang sana.

__ADS_1


"Kau tiba-tiba mengirimkan pesan peringatan kepadaku dan menelefonku dengan marah-marah. Apa kau tahu jika saat ini aku sangat lelah? Jika kau ingin marah-marah lakukan saja di saat kau sudah kembali ke sini." Lanjut Hanum kemudian karena suaminya hanya diam saja.


Dio yang merasa jika waktunya untuk marah-marah dan mengungkapkan kekesalannya saat ini tidak tepat pun memilih mengakhiri panggilan telefonnya. Dio tidak ingin karena sikapnya membuat Hanum jengah dan kembali kesal kepadanya.


Sementara Hanum yang tidak mengerti ada apa dengan suaminya itu hanya bisa menghembuskan nafas kasar di udara. "Dia itu sangat aneh. Kalau begini bukan aku yang salah karena tidak bisa menjaga jarak dengannya tapi dia yang selalu berusaha dekat denganku." Ucap Hanum mengingat sikap Dio beberapa bulan terakhir ini yang terlalu banyak berbicara dan seolah ingin dekat dengannya. Bukannya merasa terlalu percaya diri, hanya saja sebagai seorang wanita yang sangat perasa Hanum dapat merasakan perubahan sikap suaminya itu.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗

__ADS_1


__ADS_2