
Dio benar-benar dibuat tak menyangka jika Calista masih menaruh rasa perhatian yang besar kepadanya. Wanita itu bahkan sangat takut jika terjadi sesuatu kepadanya hingga memilih mengikuti pergerakannya tanpa memperdulikan jika dirinya bisa saja dalam bahaya. Bukan hanya itu saja, Calista bahkan mau mengorbankan nyawanya demi keselamatan Dio.
Dio benar-benar dibuat merasa bersalah karena dirinya Calista yang menjadi korban penembakan itu.
"Tenanglah, kita doakan semuanya baik-baik saja." Ucap Marvel walau dalam hatinya tak yakin jika Calista akan baik-baik saja mengingat banyak darah yang keluar dari tubuh wanita itu.
Tak berselang lama Dokter keluar dari ruangan UGD dan mengajak Dio dan Marvel untuk berbicara.
"Nona Calista harus segera dioperasi untuk mengeluarkan peluru di dalam tubuhnya. Bukan hanya itu saja, sebelum operasi dilakukan Nona Calista harus segera mendapatkan transfusi darah karena Nona Calista kehilangan banyak darah akibat tembakan itu." Ucapnya.
Dio dan Marvel saling pandang. Detik berikutnya Dio pun meminta Dokter untuk melakukan yang terbaik untuk Calista.
"Sekarang kau harus menghubungi kedua orang tua Calista agar mereka cepat datang ke rumah sakit. Calista membutuhkan darah dari mereka." Ucap Marvel cepat.
__ADS_1
Dio mengiyakannya. Segera ia keluarkan ponsel dari saku celananya dan menghubungi nomer Mommy Diora yang kebetulan masih tersimpan di ponselnya.
Pada deringan ketiga panggilan pun tersambung dengan Mommy Diora. Dio yang diberikan pertanyaan ada apa menghubunginya pun segera menjawab apa yang sudah terjadi. Tentu saja mendengar jawaban Dio membuat Mommy Diora syok hingga tak dapat berkata-kata.
Panggilan terputus. Kalimat terakhir yang Dio dengar adalah dari Daddy Berto yang mengatakan jika mereka akan segera datang ke rumah sakit.
*
Tiga puluh menit berlalu Mommy Diora dan Daddy Berto sudah berada di rumah sakit. Karena hanya Daddy Berto yang memiliki golongan darah yang sama dengan Calista, pria itu pun langsung diminta melakukan pemeriksaan kecocokan darah dan kualitasnya apakah bisa didonorkan pada Calista.
Dio yang melihat betapa hancurnya Mommy Diora pun dibuat sangat merasa bersalah dan tak dapat berkata-kata karena jika bicara pun akan membuat Mommy Diora semakin terluka.
Satu jam kemudian, Daddy Berto sudah selesai melakukan transfusi darah untuk putrinya. Tak berbeda dengan Mommy Diora, Daddy Berto pun turut merasakan kecemasan yang teramat besar dengan keadaan putri sematawayangnya saat ini.
__ADS_1
"Bagaimana semua ini bisa terjadi?" Tanya Daddy Berto tertuju pada Malik.
Dio menghela nafas lalu menceritakan apa yang terjadi tanpa ada yang ia lebihkan dan ia kurangi. Mendengar penjelasan Dio membuat Daddy Berto merasa sangat marah dengan kebodohan putrinya yang mau mengorbankan nyawanya demi pria yang sudah tidak bisa ia miliki.
Walau pun begitu, Daddy Berto masih bisa mengontrol emosinya agar tidak menyakiti Dio karena ia tahu semua ini bukanlah murni kesalahan Dio.
Dan kini Mommy Diora, Daddy Berto dan Dio sudah berada di depan ruangan operasi menunggu dokter melakukan tindakan di dalam ruangan operasi mengeluarkan peluru yang bersarang di dalam tubuh Calista.
Sedangkan Marvel, Kevin dan Daniel kini sedang berada di kantor polisi karena ketiga pria yang tadi berniat mencelakai Dio sudah tertangkap.
***
Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Noda Menjadi yang Kedua, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗