Istri Figuran

Istri Figuran
Rencana jahat


__ADS_3

Mobil milik Dio kini sudah sampai di perusahaan Mahesa dengan aman dan selamat. Sebelum keluar dari dalam mobil Dio memilih untuk menelefon istrinya lebih dulu untuk menanyakan keadaan istrinya saat ini. Dio menghembuskan nafas lega setelah mendengar kabar jika istrinya baik-baik saja begitu pula dengan anaknya.


Dio pun akhirnya keluar dari dalam mobilnya dan melangkah masuk ke dalam perusahaan Mahesa. Sampai saat ini Dio masih belum bisa mendapatkan jawaban yang tepat tentang siapakah orang yang berniat jahat kepadanya dan keluarganya.


Tuan Mahesa yang akhirnya mengetahui jika anak dan menantunya kini dalam bahaya pun akhirnya mengajak istrinya kembali ke ibu kota untuk memastikan apa yang terjadi sebenarnya. Tak lupa Tuan Mahesa menggerakkan anak buahnya untuk menjaga anak dan menantunya kemana pun mereka pergi.


"Aku sungguh tidak nyaman seperti ini." Gumam Hanum saat melihat orang yang mengawasi dan menjaganya kini semakin bertambah.


Kini Hanum mulai mengerti dengan maksud perkataan Dio jika musuhnya bisa berasal dari mana saja dan Dio ingin dirinya lebih berhati-hati setelah banyak orang mengetahui jika dirinya adalah istri dari Dio Mahesa.


Hanum yang sore itu sedang berada di dalam perjalanan pulang menuju apartemen akhirnya bisa menghembuskan nafas lega setelah mobil miliknya sampai di parkiran apartemen.


"Semoga masalah ini cepat selesai dan kami bisa hidup dengan tenang." Gumam Hanum.


Hanum pun keluar dari dalam mobilnya dan melangkah ke arah pintu masuk gedung apartemen. Setibanya di dalam apartemen, dilihatnya hanya ada putranya dan pengasuhnya yang ada di dalam apartemen.


"Papa belum pulang?" Tanya Hanum pada Divan setelah mengusap lembut rambut putranya.

__ADS_1


"Belum, Mah." Jawab Divan.


Hanum yang mulai merasa cemas pun akhirnya melakukan panggilan telefon dengan Dio. Untung saja tidak membutuhkan waktu lama Dio langsung mengangkat panggilan telefon darinya dan mengatakan jika saat ini ia sedang berada di dalam perjalanan pulang.


"Semoga saja Dio sampai dengan selamat." Gumam Hanum.


Sedangkan Dio yang memang benar dalam perjalanan pulang bersama Marvel nampak kembali terlibat percakapan serius setelah panggilan telefonnya dan Hanum terputus.


"Jadi menurutmu dalang dari semua ini adalah Tuan Brandon yang kalah tander dariku?" Tanya Dio.


Dio terdiam dan mengingat-ngingat pertemuannya dan Tuan Brandon satu bulan belakangan ini hingga terakhir mereka bertemu di Malaysia.


"Jadi bagaimana? Apa kau memikirkan hal yang sama?" Tanya Marvel.


"Aku belum bisa memastikannya. Jika benar pelakunya adalah dia maka aku tidak akan tinggal diam begitu saja!" Ucap Dio dengan tatapan yang berubah nyalang.


"Mulai saat ini kau harus berhati-hati. Dia tidak akan berhenti sampai rencananya berhasil." Pesan Marvel.

__ADS_1


Dio menganggukkan kepalanya. Setelah ini ia akan mencaritahu dengan cepat siapakah dalang yang ingin mencelakainya beberapa waktu belakangan ini.


Seseorang yang menjadi dalang peneroran keluarga Dio akhir-akhir ini kini nampak mengatur strategi untuk bisa mencelakai Dio kembali.


"Sepertinya target sering berkunjung ke pembangunan cafe barunya." Ucapnya pada seorang pria yang duduk di depannya saat ini.


"Apa kau ingin mengubah strategi? Kita bisa mencelakainya di tempat pembangunan itu dengan menggunakan orang dalam." Jawabnya.


Pria itu nampak berpikir. "Ya, sepertinya kita harus merubah strategi untuk saat ini." Ucapnya dan diiringi seringaian licik di wajah jeleknya.


***


Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Noda Menjadi yang Kedua, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗

__ADS_1


__ADS_2