
Sambil menunggu Hanum membersihkan tubuhnya di dalam kamar, Divan memilih melanjutkan kegiatannya bermain di ruang tamu seorang diri. Di saat ia sedang fokus bermain dengan mainan mobil-mobilan barunya, Divan teringat jika malam ini ia sudah meminta Dio untuk pulang ke apartemen.
"Apa Papah akan pulang malam ini?" Tanya Divan. Ditatapnya jam di dinding sudah menunjukkn pukul enam sore. Jika Dio menuruti kemauannya untuk pulang ke apartemen sepertinya sebentar lagi ayah sambungnya itu akan datang ke apartemena.
"Papah pasti datang itu." Ucap Divan meyakinkan dirinya sendiri. Karena tidak ingin Dio pulang melihat mainannya berserakan di lantai ruang tamu, Divan memilih membereskannya lalu duduk di sofa ruang tamu menunggu kedatangan Dio.
Di saat Divan sedang menunggu kedatangannya di apartemen, di saat itu pula Dio sedang berada di dalam perjalanan menuju apartemen miliknya. Ya, Dio sudah membulatkan tekadnya untuk pulang malam ini dan tidur di apartemen demi memenuhi permintaan putra sambungnya.
Beberapa saat berlalu, Dio sudah berada di gedung apartemen dan saat ini tengah melangkah ke arah unit apartemennya berada. Setelah sampai di depan pintu, dibukanya pintu apartemen lalu ia pun masuk ke dalamnya.
"Papah!" Divan terlihat begitu riang melihat kedatangan Dio. Pria kecil itu segera berlari ke arah Dio dengan wajah rianga. "Akhirnya Papah datang juga!" Seru Divan.
"Apa kau menunggu Papa pulang?" Tebak Dio.
Divan mengangguk dengan wajah polosnya. Melihat respon Divan membuat Dio tertegun karena putra sambungnya itu begitu sangat menantikan kehadirannya.
Dio pun mencoba tersenyum sambil mengusap kepala Divan.
__ADS_1
"Ayo duduk kembali di sofa." Ajak Dio.
Divan mengiyakannya lalu mengikuti Dio berjalan ke arah sofa.
"Dimana Mamamu?" Tanya Dio lembut pada Divan.
"Mama ada di kamar, Pa. Mandi tadi katanya." Jawab Divan.
Dio mengangguk paham. "Tunggulah sebentar di sini. Papa ingin ke kamar sebentar." Ucap Dio berniat meletakkan tas kerjanya yang ia bawa.
"Baik, Pah." Jawab Divan menurut.
"Papah." Suara Divan memanggil namanya membuat Dio mengurungkan niatnya yang hendak naik ke tangga.
Dio pun menoleh pada Divan yang kini sedang menatapnya.
"Terima kasih Papah sudah mau pulang." Ucap Divan dengan wajah polosnya.
__ADS_1
Dio kembali dibuat tertegun dengan putra sambungnya itu. Ia pun memilih mengangguk saja mengiyakan perkataan putranya itu.
Setibanya di lantai atas, Dio langsung saja menuju kamarnya berada dan masuk ke dalam kamar. Bertepatan dengan Dio masuk ke dalam kamar, Hanum terlihat keluar dari dalam kamar mandi sambil menggosokkan rambutnya yang basah dengan handuk kecil di tangannya.
"Kak Dio?" Ucap Hanum pelan merasa terkejut melihat kedatangan suaminya.
Dio tak memasang ekspresi apa-apa selain raut datar di wajah tampannya. Ia melangkah ke arah sofa dan meletakkan tas kerjanya di sana. Niatnya yang tadi hanya ingin meletakkan tas kerjanya kini berubah untuk membersihkan tubuhnya juga.
Melihat Dio yang kini tengah melangkah ke kamar mandi membuat Hanum segera memanggil namanya hingga Dio menghentikan langkahnya.
"Sesai pesan yang aku kirimkan, hari ini aku sudah bekerja di perusahaan Alexander." Ucap Hanum memberitahu suaminya.
Dio terdiam. Ia melupakan jika hari ini adalah jadwal Hanum bekerja di perusahaan Alexander. Karena tidak tahu harus menjawab apa, Dio memilih menganggukkan kepalanya lalu melangkah masuk ke kamar mandi.
*
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.