Istri Figuran

Istri Figuran
Jangan banyak bertanya!


__ADS_3

"Papah?" Divan yang baru menyadari jika Dio sedang memperhatikan dirinya pun segera bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri Dio.


"Eh, Divan." Dio gelagapan saat putranya tiba-tiba saja sudah berada di depannya.


"Kenapa Papa turun? Apa Papa sudah selesai berbicara dengan Mama?" Tanya Divan.


"Sudah. Papa turun karena ingin mengajak Divan ke kamar untuk bersiap-siap." Jawab Dio.


"Bersiap-siap? Memangnya kita mau kemana, Pah?" Tanya Divan.


"Tentu saja kita akan makan di luar malam ini." Jawab Dio seraya tersenyum.


"Apa? Makan di luar?" Divan tersenyum lebar mendengarnya lalu melompat-lompat sangking senangnya.


"Iya, apa Divan senang?" Tanya Dio dan langsung diangguki oleh Divan sebagai jawaban.


"Kalau begitu ayo kita ke kamar." Ajak Dio.


"Ayo Pah!" Jawab Divan bersemangat.


Dio tersenyum lalu mereka pun melangkah menaiki tangga menuju kamar Divan berada.

__ADS_1


*


Satu jam berlalu, Hanum, Dio dan Divan nampak sudah selesai bersiap-siap dan sudah siap berangkat menuju sebuah tempat yang menjadi tempat makan malam mereka.


"Kita akan makan dimana malam ini?" Tanya Hanum saat sudah berada di dalam mobil.


"Sepertinya di dalam mall saja." Jawab Dio.


"Di mall? Kenapa tidak di restoran biasa saja?" Tanya Hanum bingung.


"Karena aku menginginkannya." Jawab Dio seadanya tanpa berniat memberitahu jika setelah selesai makan nanti Dio ingin mengajak istri dan anaknya itu berbelanja.


Karena tidak ingin terlalu banyak berbicara, Hanum pun memilih diam saja dan menurut kemana pun Dio mau membawanya. Setelah menempuh empat puluh menit perjalan, akhirnya mobil milik Dio pun sudah sampai di parkiran mall.


Hanum mengangguk lalu turun dari dalam mobil. Dan seperti biasa Dio membantu putranya yang duduk di kursi belakang untuk turun dari dalam mobil.


Saat sudah berada di dalam mall, Dio langsung mengajak Hanum dan Divan menuju sebuah restoran yang menjadi tempat favoritnya jika sedang berkunjung ke dalam mall.


"Kita makan di sini saja, ya." Ucap Dio.


"Baiklah, ini tidak buruk." Jawab Hanum setelah melihat macam-macam menu makanan di buku menu.

__ADS_1


Dio menyerahkan pada Hanum makanan apa yang akan ia makan bersama dengan Divan juga. Hanum pun memilihkan beberapa macam menu yang sepertinya disukai oleh anak dan suaminya itu.


"Rasanya sudah lama sekali aku tidak masuk ke dalam mall ini." Ucap Hanum sambil memperhatikan orang-orang yang sedang berlalu-lalang di depan restoran.


"Maksudmu?" Tanya Dio bingung.


"Tidak ada maksud apa-apa." Jawab Hanum seraya tersenyum.


Dio mencoba menangkap maksud perkataan Hanum. Ia pun teringat dengan perkataan Hanum beberapa waktu lalu yang mengatakan jika ayah kandungnya tinggal di kota yang sama dengan mereka berada saat ini dan itu berarti Hanum pernah tinggal di kota ini sebelum tinggal di kota Bandung.


"Berapa lama kau tinggal di Bandung bersama Divan?" Tanya Dio setelah cukup lama terdiam.


"Tidak terlalu lama. Baru lima tahun sejak Divan lahir." Jawab Hanum tenang.


"Berarti sebelumnya kau tinggal di kota ini bersama kedua orang tuamu?" Tanya Dio.


Hanum menganggukkan kepalanya. "Aku rasa pertanyaannya cukup sampai di situ saja." Jawab Hanum lalu menatap pada Divan memberikan kode pada Dio agar tidak membuat Divan ikut bertanya-tanya tentang dirinya nantinya.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.

__ADS_1


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2