
Jika ada yang berkata jika Hanum menjadi wanita yang tersakiti saat ini perkataan itu akan dibantah oleh Hanum karena menurutnya bukan dirinya-lah yang tersakiti saat ini melainkan Dio. Dirinya hanya menuruti permintaan Bu Shanty untuk menikah dengan Dio dan menerimanya dengan lapang dada. Sedangkan suaminya? Ia menerima dengan keadaan terpaksa karena sedang berstatus sebagai kekasih dari wanita lain.
Hanum tak ingin terlalu mendengar percakapan Dio dan kekasihnya itu. Hanum pun memilih segera mengambil barang yang ia butuhkan lalu kembali keluar dari dalam kamar dan membiarkan Dio bercerita dengan bebas dengan kekasih hatinya itu.
"Papa tidak ikut ke sini, Ma?" Tanya Divan karena Hanum hanya kembali seorang diri ke ruang tamu.
"Tidak. Pekerjaan Papa belum selesai. Divan bermain dengan Mama saja, ya." Ucap Hanum lembut.
Divan mengangguk saja lalu meminta Hanum mendekat ke arahnya untuk menemaninya bermain sambil menonton TV.
Dua jam berlalu, Hanum membawa Divan menuju kamar Divan untuk menidurkan Divan karena saat ini sudah menunjukkan waktu Divan untuk tidur. Sebagai anak yang penurut Divan pun mengikuti perintah Hanum untuk tidur di kamarnya.
__ADS_1
Tidak membutuhkan waktu lama bagi Hanum menidurkan Divan. Setelah memastikan Divan nyaman dalam tidurnya dan mematikan lampu kamar, Hanum pun keluar dari kamar Divan dan masuk ke dalam kamarnya.
Di dalam kamarnya, Dio nampak sudah selesai melakukan telefon dengan kekasihnya dan kini sedang fokus dengan laptop yang ada di pangkuannya. Hanum melangkah melewati Dio begitu saja dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan wajahnya. Setelah tubuh Hanum hilang dari balik pintu kamar mandi, Dio menghentikan kegiatannya dan menatap ke arah kamar mandi. Entah apa yang Dio pikirkan saat ini. Yang jelas setelah pembicaraannya dan Calista tadi membuat Dio yakin jika hanya Calista-lah wanita terbaik untuk dirinya.
*
Keesokan harinya, Hanum telah bangun dari tidurnya di waktu jam masih menunjukkan pukul setengah lima pagi. Dilihatnya ke arah sofa dimana Dio sedang tertidur dengan lelap di sana. Hanum pikir tadi malam setelah menyelesaikan pekerjaannya Dio akan tidur di kamar tamu yang berada di lantai bawah seperti yang Dio lakukan beberapa waktu lalu ternyata tidak demikian.
Ada perasaan lega yang kini Hanum rasakan karena Dio mau tidur di kamarnya sendiri walau hanya di atas sofa. Kenapa demikian, tentu saja Hanum merasa tidak pantas tidur di kamar Dio sedangkan sang pemilik kamar sesungguhnya justru tidur di kamar lain.
"Divan, ayo duduk." Ajak Hanum pada putranya yang masih berdiri bersama Dio.
__ADS_1
Divan mengangguk lalu menaiki kursi. Sedangkan Dio memilih masih berdiri menunggu Hanum duduk di sebelah Divan.
"Mamah, pagi ini Papa loh yang akan mengantarkan Divan ke sekolah." Ucap Divan.
"Apa?" Hanum menatap pada Dio yang tidak menatap kepadanya. "Dio akan berangkat bersama Papa?" Hanum merubah ekspresi terkejutnya menjadi tersenyum.
Divan mengangguk-anggukkan kepalanya. "Tadi Papa bilang saat masuk ke kamar Divan. Benar begitu kan, Pa?" Tanya Divan sambil menatap Dio dengan tersenyum.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.