
Ada satu alasan kuat yang membuat Hanum mengambil keputusan itu. Selain karena tidak ingin mengecewakan Bu Shanty, Hanum juga ingin menjadikan keluarga Mahesa sebagai tameng jika nantinya ada sesuatu hal yang tidak dinginkannya tentang Divan terjadi. Sesuatu hal itu tak lain adalah jika ada orang yang datang kepadanya dan mengaku adalah orang tua Divan.
Hanum tidak dapat membayangkan bagaimana jika itu benar terjadi dan apa yang harus ia lakukan agar tetap mempertahankan Divan dengan statusnya yang hanyalah anak yang terbuang. Hanum tidak perduli jika di luar sana banyak orang yang mencibirnya karena tetap mau bertahan walau hanya menjadi istri figuran. Yang terpenting saat ini untuknya hanyalah keamanan Divan dan bagaimana ia tetap bisa bersama dengan anak angkatnya itu.
Jarum jam semakin berputar ke arah kanan. Dinginnya angin malam pun semakin terasa dingin menusuk ke dalam pori-pori kulit Hanum. Hanum yang sudah merasa kedinginan segera masuk ke dalam kamar dan tak lupa mengunci pintu. Setelahnya ia melangkah ke arah ranjang dimana putranya kini tengah tertidur lalu ikut bergabung tidur di atas ranjang.
*
Keesokan harinya, Dio nampak telah terjaga dari tidurnya. Dilihatnya ke arah ranjang namun tidak melihat siapa-siapa di sana. Dio seketika bangkit dari atas sofa. Melangkah ke arah saklar dan menghidupkan lampu untuk memastikan pandangannya adalah benar. Ternyata benar saja, tidak ada satu sosok pun di atas ranjang selain hanya ada bantal dan guling di sana.
"Dimana dia tidur?" Satu pertanyaan muncul di benak Dio. Tadi malam setelah cukup lama menunggu Dio memilih untuk tidur di atas sofa dengan harapan Hanum akan tidur di dalam kamarnya namun ternyata dugaannya salah.
Dio pun memastikan pintu kamarnya. Apakah ia menguncinya atau tidak. Setelah dicek ternyata tidak dikunci seperti apa yang ia niatkan tadi malam. Tapi kenapa istrinya tak juga masuk ke dalam kamar? Pertanyaan itu terus saja menghantui dirinya. Dio berusaha mengabaikannya dan memilih membersihkan tubuhnya karena waktu sudah menunjukkan pukul enam pagi.
__ADS_1
Sementara sosok yang tadi dicarinya kini tengah sibuk di kamar tamu mempersiapkan baju untuk Divan pergi ke sekolah.
"Mamah, kenapa bajunya disetrika lagi?" Tanya Divan merasa heran.
"Karena bajunya kusut, Nak." Jawab Hanum seadanya sambil tetap fokus menyetrika baju Divan.
"Kusut?" Divan semakin bingung. Hanum pun menjelaskan karena bajunya tergulung di dalam koper membuat baju sekolah Divan sedikit kusut.
Setibanya di dalam kamar Dio, bertepatan dengan Dio yang baru saja selesai memakai pakaian kerjanya.
"Kau dari mana saja?" Sebuah pertanyaan tak terduga keluar dari mulut Dio.
"Aku dari kamar tamu. Ada apa?" Tanya Hanum.
__ADS_1
Dio diam menatap Hanum dengan intens. Melihat suaminya yang hanya diam saja membuat Hanum memilih pergi ke arah kopernya berada.
"Kenapa tidak bilang jika ingin tidur di kamar tamu?" Tanya Dio kemudian yang membuat pergerakan Hanum terhenti.
"Memangnya kenapa aku harus memberitahumu?" Tanya Hanum dengan wajah datarnya.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.
__ADS_1