Istri Figuran

Istri Figuran
Belajar menerima


__ADS_3

Satu minggu berlalu, kesedihan masih saja menyelimuti Calista. Wanita itu lebih banyak menghabiskan waktu di dalam kamar dan menangis dalam diam. Kehilangan Dio bukanlah hal yang mudah untuknya. Itu adalah hal yang sangat menyakitkan terlebih saat ini Calista masih sangat mencintainya.


Mommy Diora yang melihat putrinya bersedih sepanjang hari setelah mengetahui kenyataan jika Dio sudah menikah merasa ikut bersedih sekaligus menyesal karena tidak dari lama memberitahu putrinya tentang apa yang terjadi.


Sebagai orang tua tentu saja Mommy Diora ingin yang terbaik untuk putrinya. Namun walau pun begitu, Mommy Diora tidak mau mengorbankan wanita lain demi kebahagiaan putrinya. Mommy Diora tidak mau bersikap egois.


"Sayang, ikhlaskan Dio bahagia bersama dengan istrinya, ya." Ucap Mom Diora lembut sambil mengusap kepala Calista.


Calista yang sedang menangis tak menjawab perkataan Mommynya karena untuk saat ini mengikhlaskan bukanlah hal yang mudah untuknya. Masih cukup banyak waktu yang ia perlukan untuk bisa benar-benar melepaskan Dio pergi dari hidupnya.

__ADS_1


"Cal, mungkin saat ini kau sangat hancur karena mengetahui kekasihmu menikah dengan wanita lain di saat dia masih bersama denganmu. Namun dengan berjalannya waktu dan dengan keikhlasan di dalam dirimu, Mommy yakin kebahagiaan lain akan menjemput dirimu. Ikhlaskan Dio, Cal. Mencintai yang paling tulus adalah merelakan orang yang kita cintai bahagia dengan pilihannya sendiri." Tutur Mommy Diora lembut.


"Mommy..." tangisan Calista semakin pecah setelah mendengarkan perkataan Mommy Diora. Calista pun memeluk erat tubuh Mommy Diora dan menangis terisak-isaka di dalam pelukannya.


Mommy Diora membiarkan putrinya menangis sambil mengusap kepala Calista dengan sayang. "Menangislah, Nak. Tapi Mommy minta setelah ini hapus kesedihan di dalam dirimu dan jalani hidupmu. Ingat tujuan lain kau kembali ke sini. Jika kau tidak bisa melakukan tujuan yang pertama, kau bisa melakukan tujuan yang kedua."


Calista melerai pelukannya. Ditatapnya wajah wanita yang sudah melahirkannya itu dengan sendu. Terlalu larut dalam kesedihan karena kehilangan Dio membuatnya lupa jika ada tujuan lain yang harus ia lakukan yaitu membahagiakan kedua orang tuanya dengan bekerja di yayasan universitas milik Daddynya.


Mommy Diora kembali mengusap kepala putrinya. Ia tentu saja tidak akan menyalahkan putrinya karena ia tahu bagaimana rasanya patah hati. "Mommy ingin kembali melihat senyuman di wajahmu, Nak. Apa bisa?" Pinta Mommy Diora.

__ADS_1


Calista menganggukkan kepalanya. "Tapi Cal butuh waktu, Mommy. Izinkan Cal untuk menyelesaikan masalah Cal lebih dulu. Cal berjanji tidak akan merusak hubungan Dio dan istrinya." Pinta Calista.


Mommy Diora mengangguk seraya tersenyum. Ia dapat mempercayai perkataan putrinya karena ia tahu Calista adalah anaknya yang bijaksana dalam bersikap.


Hari itu Calista mencoba tak lagi larut dalam kesedihannya dan mencoba mencari cara keluar dari kesedihannya saat ini. Setelah memikirkan banyak cara, akhirnya Calista pun memutuskan untuk mengajak istri dari mantan kekasihnya itu untuk bertemu. Ya, sore itu setelah mendapatkan nomer whatsapp Hanum dari Richard, Calista langsung saja mengirimkan pesan pada Hanum untuk bertemu dan tak lupa menyebutkan siapa jati dirinya. Dan di luar dugaannya, ternyata Hanum langsung mengiyakannya tanpa bertanya maksud dan tujuannya mengajak bertemu lebih dulu.


***


Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.

__ADS_1


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Noda Menjadi yang Kedua, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2