Istri Figuran

Istri Figuran
Satu bulan berlalu


__ADS_3

Dio akhirnya memilih pergi meninggalkan Hanum begitu saja dan kembali ke ruangan tamu untuk berkumpul dengan keluarganya. Melihat kepergian Dio membuat Hanum menghembuskan nafas lega di udara karena kehadiran Dio di dekatnya hanya membuat nafasnya terasa sesak saja.


"Tuan Dio... kenapa anda harus repot-repot menjelaskan suatu hal yang sudah pasti andalah pelakunya?" Ucap Hanum sambil menggelengkan kepalanya. Walau Dio sudah bersusah payah menekankan jika bukan ialah orang yang Hanum kira ada di dalam mobil tadi pagi, namun Hanum yakin jika sosok yang ada di dalam mobil itu adalah Dio. Lagi pula ia tidak mungkin salah lihat jika mobil yang ia lihat di taman itu adalah mobil milik Tuan Mahesa.


Tak ingin semakin lama berada di depan kamar mandi, akhirnya Hanum pun segera beranjak kembali ke ruang tamu dimana kini semu keluarga Dio dan anaknya berada di sana.


*


Satu bulan tanpa terasa telah berlalu sejak acara lamaran Hanum dan Dio. Dan hari ini adalah hari yang membahagiakan untuk Bu Shanty dan Tuan Mahesa karena putra sulung mereka akan menikah dengan wanita pilihan mereka yang sudah mereka yakini adalah wanita baik-baik di luar pemikiran orang lain yang mengira jika calon menantu mereka adalah wanita yang tidak benar.

__ADS_1


"Hanum, apa kau benar-benar tidak memberitahu keluargamu jika kau akan menikah hari ini?" Tanya Bu Shanty pada Hanum yang kini sedang duduk di dalam kamar tamu rumahnya menunggu penghulu datang.


Hanum menggelengkan kepalanya. "Tidak, Bu. Mereka sudah memutus hubungan keluarga di antara kami. Jadi Hanum rasa Hanum tidak terikat apapun lagi pada mereka walau sampai kapan pun mereka tidak bisa membantah jika Hanum adalah anak kandung dari ayah Hanum." Jawab Hanum.


Bu Shanty tersenyum miris mendengarnya. Sungguh ia merasa tak percaya saat ini Hanum bisa berbicara dengan wajah tenang seolah tidak ada beban yang menghimpit pemikirannya.


"Hanum, mulai saat ini kau jangan merasa hanya berdua bersama Divan saja. Sekarang sudah ada Ibu dan Bapak yang akan menjadi pelindungmu dari siapa saja yang mencoba menyakitimu. Dan mulai saat ini kau harus menganggap kami berdua adalah orang tuamu sendiri. Dan mulai saat ini juga kau harus memanggil Ibu dengan sebutan Mama dan Bapak dengan sebutan Papa." Ucap Bu Shanty.


Bu Shanty ikut tersenyum karenanya. "Hanum, hari ini adalah hari pernikahanmu dan putri Mama. Mama harap Dio bisa membahagiakanmu. Dan harus kau ingat jika Dio berbuat buruk padamu kau harus segera memberitahukannya pada Mama." Pesan Bu Shanty.

__ADS_1


"Baik, Ma." Jawab Hanum.


Bu Shanty mengelus pundak Hanum seraya terus tersenyum. "Dan untuk Divan, Mama rasa sudah saatnya kau mengatakan status aslinya pada Dio agar Dio tidak menganggapmu sama seperti yang orang lain anggap di luar sana." Ucap Bu Shanty.


Hanum menggelengkan kepalanya. "Untuk saat ini tolong jaga rahasia ini, Ma. Hanum akan memberitahukannya di saat yang tepat. Hanum tidak ingin pembicaraan Hanum nantinya terdengar oleh Divan." Ucap Hanum.


Bu Shanty menganggukkan kepalanya. Ia sangat mengerti maksud perkataan Hanum saat ini.


Ceklek

__ADS_1


Tiba-tiba saja pintu terbuka dari luar. Kepala Divan nampak menyembul dari pintu yang sudah terbuka bersama seorang wanita yang sudah Hanum kenali siapakah dirinya.


***


__ADS_2