
"Hei wanita murahan." Ucap Cita pelan pada Hanum saat mereka sedang berdiri di depan lift mengantri untuk masuk ke dalam lift.
Hanum tidak menoleh karena ia tahu suara siapa yang mengatakannya murahan itu. Siapa lagi jika bukan Cita yang notabanenya adalah kakak tirinya yang menyebalkan.
"Dengan pria mana lagi kau diantar bekerja pagi ini? Aku lihat kau sangat senang berganti-ganti pasangan." Cibir Cita. Masih berucap pelan agar yang lainnya tidak mendengar perkataannya. Tadi ia melihat Hanum diantarkan bekerja dengan mobil yang berbeda karena Dio memang membawa mobil sportnya yang baru untuk mengantar Hanum.
Hanum masih diam dengan pandangan lurus ke depan seolah suara Cita tidak terdengar oleh telinganya. Melihat Hanum yang mengabaikannya begitu saja membuat Cita kesal hingga mengepalkan kedua tangannya. Cita hendak kembali bersuara mencaci Hanum tapi niatnya terhenti saat sebelah tangannya ditarik oleh Sally yang baru saja masuk ke perusahaan.
"Menyingkirlah dari belakang Hanum!" Ucap Sally sedikit keras karena ia tahu tadi Cita pasti melontarkan perkataan kasar pada Hanum.
"Kau—" Cita hendak melawan Sally namun niatnya kembali terhenti saat melihat Richard masuk ke dalam perusahaan.
Melihat Cita yang terdiam membuat Sally tersenyum menyeringai karena untuk yang kesekian kalinya ia merasa menang dari wanita dedemit seperti Cita.
"Selamat pagi, Hanum, Sally." Sapa Richard tanpa menyapa Cita.
"Selamat pagi Tuan Richard." Jawab Sally dan Hanum bersamaan.
"Tuan Richard tidak menyapa saya?" Tanya Cita memasang wajah kesal.
__ADS_1
"Agh, maaf, saya tidak melihatmu." Dusta Richard.
Sally tertawa kecil mendengarnya. "Dia memang makhluk tak kasat mata, Tuan." Cibirnya.
"Kau..." Cita dibuat geram namun tak bisa berbuat apa-apa.
Ting
Pintu lift terbuka dan mereka pun masuk ke dalam lift. Selama berada di dalam lift Richard kembali mengajak Hanum dan Sally bercerita tanpa berniat mengajak Cita. Richard memang sengaja melakukannya agar Cita tahu jika ia sama sekali tidak berpihak padanya dan saat ini menjadi benteng pertahanan untuk
Hanum.
Kau lihat saja wanita murahan. Aku tidak akan membiarkanmu berlama-lama berada di atas awan. Ucap Cita dalam hati merasa geram dengan apa yang dilihat dan dirasakannya akhir-akhir ini.
*
"Lama sekali!" Gerutu Dio tak sesuai faktanya.
"Ayolah... aku datang tepat waktu kali ini." Jawab Marvel seraya tersenyum tampan.
__ADS_1
"Ck." Dio mendecakkan lidahnya melihat senyuman Marvel yang terlihat menyebalkan di matanya.
"Jadi kau ingin bercerita apa denganku hari ini?" Tanya Marvel karena ia sudah menebak jika ada yang ingin diceritakan Dio setelah melihat wajah kusut Dio saat ini.
"Bule itu membuat sebuah masalah." Ucap Dio dengan wajah kesal mengingat sepupunya itu.
"Bule siapa?" Tanya Marvel pura-pura tidak tahu.
"Ck. Kau jangan berpura-pura bodoh!" Gerutu Dio.
Marvel tertawa. "Ya, ya. Apa bule itu Richard?" Tanya Marvel.
"Tentu saja. Siapa lagi bule yang suka membuat masalah denganku selain dia!" Ucap Dio.
"Jadi apa masalahnya? Apa dia berniat merebut istrimu?" Tanya Marvel menggoda Dio yang sedang naik darah karena Richard.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗