
Melihat keterkejutan di wajah Dio membuat Hanum memejamkan kedua kelopak matanya lalu tidur membelakangi Dio setelah menarik selimut yang juga terdapat bercak darah untuk menutupi tubuh polosnya.
Dio masih dibuat tak percaya melihatnya. Ia menggeleng mengusir prasangka yang ada di dalam benaknya saat ini. Ingin bertanya pada istrinya rasanya ia pun tak kuasa karena Hanum terlihat tidak ingin berbicara dengannya.
Dio menghirup oksigen sebanyak-banyaknya seolah pasokan oksigennya terasa berkurang. Ia kucek kedua kelopak matanya yang terasa gatal tiba-tiba lalu kembali menatap pada sprai. Noda darah itu masih terlihat jelas di sana dan terlihat cukup banyak.
Dio mencoba menggunakan akal sehatnya yang sudah menipis akibat gairahnya yang tadi menggebu-gebu. Ia tarik selimut yang membungkus tubuh istrinya hingga membuat Hanum terkejut karenanya.
"Kau harus membersihkan tubuhmu lebih dulu." Ucapnya sebelum Hanum bersuara.
Hanum menahan perkataan yang hendak keluar dari dalam mulutnya. Ia hendak bangkit dari pembaringan untuk membersihkan tubuhnya namun lagi-lagi Dio mengurungkan niatnya karena pria itu sudah bersiap mengangkat tubuhnya. Agar tidak terlalu banyak terlibat percakapan dengan suaminya yang akan membuat Dio banyak bertanya nantinya, Hanum memilih menurut saja saat Dio mengangkat tubuhnya dan membawanya melangkah masuk ke dalam kamar mandi dengan kondisinya yang masih polos.
__ADS_1
"Biarkan aku mandi sendiri." Pintanya dengan menunduk menahan rasa malu karena Dio melihat bentuk polos tubuhnya.
"Kau akan kesulitan bergerak nantinya. Biar aku saja yang memandikanmu." Jawab Dio tak setuju dengan permintaan Hanum. Terlebih ia tahu wanita itu pasti saat ini merasa tidak nyaman dengan bagian intinya.
"Ku mohon..." Hanum berucap lirih.
Dio menghela nafas. Ia tidak mau bersikap egois dan akhirnya membiarkan Hanum membersihkan tubuhnya seorang diri. Dio pun perlahan melangkah keluar dari dalam kamar mandi dan menutup pintu kamar mandi. Setelah berada di luar kamar mandi pandangannya kembali jatuh pada sprai putih yang kini nampak kusut dan kotor.
Dio melangkah mendekatinya. Membuka sprai dari ranjang dan meletakkannya di dalam keranjang laundry. Tak lupa Dio juga membuka sarung bantal dan selimut. Ia mengganti keseluruhannya walau bantal yang mereka pakai tidak terkena noda merah.
"Sepertinya malam ini cukup membuatnya istirahat sehingga besok bisa menjawab pertanyaanku." Gumam Dio. Tak ingin bersikap gegabah mengutamakan keinginannya lagi.
__ADS_1
Dua puluh menit berlalu, Hanum membuka pintu kamar mandi. Dio langsung saja menatap pada sosok istrinya itu yang kini tengah berjalan keluar dari dalam kamar mandi dengan langkah tertatih. Menyadari jika istrinya masih kesakitan akibat ulahnya, Dio segera melangkah mendekati istrinya dan mengangkatnya menuju ranjang.
Hanum masih memilih menurut saja karena ia memang membutuhkan bantuan Dio saat ini.
"Aku akan mengambilkan pakaian gantimu." Ucap Dio dan hanya dibalas anggukan kepala oleh Hanum.
Setelah Dio beranjak menuju lemari, pandangan Hanum jatuh pada sprai ranjang yang sudah berganti. "Dia menggantinya?" Lirih Hanum namun tak niat bertanya pada Dio kenapa pria itu langsung menggantinya.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗