Istri Figuran

Istri Figuran
Persiapkan dirimu dengan baik!


__ADS_3

Mama Jelita diam mengingat-ingat kejadian beberapa bulan lalu saat Cita memberitahukannya jika Hanum ada di restoran yang sama dengan mereka. Dan saat itu ia juga melihat dengan matanya sendiri Hanum datang bersama seorang pria dan anak laki-laki yang ia yakini adalah anak yang Hanum temukan di depan kosnya.


"Jika dia sudah tahu lalu kenapa dia masih bisa menerima wanita itu?!" Mama Jelita nampak tidak terima.


"Aku juga tidak tahu, Mah. Ini sungguh di luar dugaan kita!" Gerutu Cita.


Mama Jelita memegang dadanya yang tiba-tiba panas karena tidak suka mendengar anak sambungnya itu bisa bahagia saat ini. "Kau harus mencaritahu bagaimana Hanum bisa menikah dengan Tuan Dio. Dan bukan itu saja, kau juga harus bisa membuat mereka berpisah karena dia tidak berhak bahagia!" Titah Mama Jelita.


Cita memijat pangkal hidungnya yang tiba-tiba sakit. Yang benar saja Mamanya memberi perintah untuk mengusik hidup Hanum sedangkan mamanya tahu dengan siapa ia akan berhadapan jika ketahuan mengusik hidup Hanum.


"Cita, Jelita!" Suara teriakan Papa Irfan memanggil nama mereka membuat pembicaran ibu dan anak itu terhenti.


"Jelita!" Mendengar suara Papa Irfan yang semakin meninggi memanggil namanya membuat Mama Jelita buru-buru keluar dari dalam kamar Cita.


"Papah." Ucap Mama Jelita dengan wajah terkejut saat hendak keluar dari kamar Cita melihat Papa Irfan berdiri tegak di depan kamar Cita.

__ADS_1


"Kenapa kau ada di kamar Cita?" Tanya Papa Irfan.


"Oh itu..." Mama Jelita mencoba mencari jawaban yang masuk akal.


"Itu apa?" Tanya Papa Irfan.


"Cita ingin menunjukkan baju barunya kepadaku hingga dia mengajakmu untuk masuk ke dalam kamarnya." Jawab Mama Jelita.


Papa Irfan mengangguk saja seolah percaya dengan jawaban istrinya.


"Aku hanya ingin memberitahu agar kau mempersiapkan dirimu dan Cita untuk pergi bersamaku ke acara pertemuan kolega bisnis nanti malam." Jawab Papa Irfan.


"Apa? Kenapa mendadak sekali, Pa?" Tanya Mama Jelita bingung karena biasanya suaminya itu memberitahukannya beberapa hari sebelum acara.


"Karena tiba-tiba saja presdir perusahaan tempat aku bekerja sudah berada di kota ini dan mengajak kami untuk berkumpul nanti malam bersama kolega bisnis perusahaan kami." Jawab Papa Irfan.

__ADS_1


"Apa? Berarti saat ini Tuan Mahesa ada di kota ini?" Mama Jelita cukup terkejut mendengarnya karena ia pikir Tuan Mahesa tidak lagi mengurus perusahaannya yang ada di ibu kota.


"Ya, jadi persiapkan dirimu dengan sebaik mungkin. Aku akan memperkenalkanmu dan Cita kepadanya nanti malam." Jawab Papa Irfan.


Mama Jelita mengangguk saja lalu meminta untuk masuk kembali ke dalam kamar Cita untuk memberitahu putrinya jika nanti malam mereka akan pergi keacara pertemuan bisnis perusahaan tempat bekerja Papa Irfan.


"Apa? Baiklah, kalau begitu aku harus berpenampilan secantik mungkin agar bisa menarik perhatian salah satu keturunan dari Tuan Mahesa." Ucap Cita setelah mendengarkan informasi yang disampaikan Mama Jelita.


"Ya, dari yang Mama dengar Tuan Mahesa memiliki seorang anak sulung yang berusia tiga puluh satu tahun saat ini. Semoga saja putranya datang nanti malam dan tertarik kepada dirimu." Ucap Mama Jelita penuh harap. Selama ini Mama Jelita bahkan Papa Irfan belum mengetahui bagaimana rupa anak sulung Tuan Mahesa karena Tuan Mahesa begitu memprivasi anak-anaknya.


***


Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2