Istri Figuran

Istri Figuran
Ini semua salahku


__ADS_3

"Ya, dia sudah berada di sini. Tadi pagi aku tidak tahu jika dia akan menemuiku. Aku pikir yang datang ke ruanganku adalah sahabat-sahabatku." Jawab Dio. Dio sedikit merutuki kecerobohannya yang tidak ingin mendengarkan perkataan resepsionis yang ingin memberitahu nama siapa yang datang.


"Lalu bagaimana? Apa dia baik-baik saja?" Tanya Hanum. Bukannya memikirkan apa yang terjadi setelah mereka bertemu Hanum lebih memilih bertanya keadaan mantan kekasih suaminya itu.


"Ya, dia baik-baik saja." Jawab Dio walau merasa bingung dengan pertanyaan istrinya.


"Syukurlah kalau begitu." Jawab Hanum seraya tersenyum.


"Kenapa kau malah bertanya seperti itu? Apa kau tidak ingin bertanya apa yang terjadi di antara kami saat bertemu tadi?" Tanya Dio.


Hanum menggelengkan kepalanya. "Untuk apa aku bertanya demikian. Aku tahu kau adalah pria yang bisa dipegang ucapannya. Aku yakin kau bisa menjaga kepercayaanku dengan baik. Jika pun tidak, itu adalah urusanmu dengan Tuhan." Ucap Hanum.


Dio tertegun mendengarnya. Ia sungguh tidak percaya jika istrinya memberikan kepercayaan yang sungguh besar kepadanya.

__ADS_1


"Dio, aku hanya berharap kau bisa menyelesaikan permasalahan di antara kalian dengan baik." Lanjut Hanum kemudian.


Dio kembali membawa Hanum ke dalam pelukannya. "Terima kasih sudah percaya kepadaku. Aku tidak aka menyia-nyiakan kepercayaan darimu." Jawab Dio.


Hanum tersenyum di dalam pelukan suaminya. Tidak ada masalah besar yang terjadi setelah Hanum mengetahui jika suaminya bertemu dengan mantan kekasihnya seperti apa yang ditakutkan Dio sebelumnya. Istrinya itu memang wanita yang bijaksana dan sangat dewasa dalam bersikap.


Sementara di tempat yang berbeda, Calista nampak sedang menangis di dalam kamarnya meratapi kehilangan kekasih yang masih sangat dicintainya.


"Ini semua salahku. Jika saja aku tidak egois mungkin Dio tidak akan pergi." Ucap Calista sambil menutup wajah dengan kedua telapak tangannya. Kehilangan Dio bukanlah hal yang mudah untuk ia terima. Dio adalah pria idamannya yang sangat mengerti dirinya selama ini.


Terlalu banyak perjuangan Dio untuk hubungan mereka. Dari Dio yang selalu datang mengunjunginya satu bulan sekali ke luar negeri tanpa ada kata mengeluh hingga Dio yang begitu sabar menunggunya kembali beberapa tahun lamanya.


Kini ia sudah kembali seperti yang Dio harapkan. Namun takdir berkata lain, di saat ia kembali Dio bukan lagi miliknya dan Calista harus menelan pil pahit jika kekasihnya sudah menikah dengan wanita lain dan jelas bukan dirinya.

__ADS_1


Terlalu banyak penyesalan yang Calista rasakan saat ini. Tidak ada yang bisa ia salahkan dari semua yang sudah terjadi. Apa yang terjadi murni karena dirinya yang terlalu egois mementingkan pendidikan dan tidak memikirkan umur Dio yang semakin bertambah.


Entah apa yang harus Calista lakukan setelah kembali ke tanah air. Tujuan utamanya tidak lagi bisa ia gapai dan harapannya terkubur bersama semua kenangannya bersama dengan Dio.


"Cal..." suara panggilan Mommy Diora dari luar kamar tak diabaikan begitu saja oleh Calista.


Wanita itu masih saja menangis di dalam kamar dan akhirnya menepuk-nepuk dadanya yang terasa sakit.


"Ini semua salahku." Ucapnya dengan air mata yang semakin mengalir deras membasahi pipi.


***


Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.

__ADS_1


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Noda Menjadi yang Kedua, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2