Istri Figuran

Istri Figuran
Semua berakhir


__ADS_3

Plak


Terdengar suara tamparan yang cukup keras.


"Mama!" Cita bertiak menyebut nama mamanya setelah Papa Irfan melayangkan tamparan di pipi istrinya.


"Tuan Irfan." Pemilik panti nampak begitu terkejut melihat Papa Irfan langsung menampar istrinya setelah Mama Jelita


berpura-pura tidak mengenali dirinya.


"Kau bilang tidak mengenalinya? Apa kau juga lupa jika sudah mengadopsi seorang bayi yatim piatu dari panti asuhan miliknya?" Bentak Papa Irfan sambil melemparkan berkas yang ada di tangannya ke wajah Mama Jelita.


Mama Jelita yang sedang menahan rasa sakit di pipi kirinya dengan tubuh bergetar mengambil beberapa lembar kertas yang terjatuh tepat di depannya. Dibacanya tulisan yang tertera di atas kertas. Tulisan yang sudah pernah ia baca beberapa tahun yang lalu.


"Tidak, ini adalah berkas palsu!" Mana Jelita mencoba mengelek. Ia tidak mau jujur karena takut Papa Irfan semakin murka kepadanya.


"Berkas palsu?" Papa Irfa merendahkan suara sambil menahan geram. Bagaimana bisa istrinya itu mengelak sedangkan berkas itu sudah jelas nyata.


Papa Irfan pun meminta pemilik panti ikut masuk dengannya ke dalam rumah. Setelahnya Papa Irfan memerintahkan security yang melihat pertengkaran mereka untuk membawa istri dan anak tirinya masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


Di sinilah Papa Irfan dan yang lainnya berada. Di ruang tengah dimana Papa Irfan kini tengah menghidupkan layar laptopnya untuk menunjukka bukti video pada Mama Jelita.


Papa Irfan memutar video inti dari kebusukan Mama Jelita dan Cita dan memperlihatkannya pada Mama Jelita dan Cita.


Deg


Deg


Deg


Betapa terkejutnya Mama Jelita dan Cita mengetahui kebohongan mereka kini sudah terungkap. Mama Jelita pun tak memiliki alasan lagi untuk mengelak karena semua bukti sudah terarah kepadanya.


"Papa maafkan Mama... Mama khilaf, Pa... Mama khilaf..." Mama Jelita menangis tersedu-sedu.


Papa Irfan dengan cepat mengangkat tubuh istrinya dengan kasar. "Simpan perkataan maafmu itu!" Bentak Papa Irfan.


"Tuan..." pemilik panti ikut bersuara karena merasa takut dada Papa Irfan kembali sakit.


Papa Irfan yang mengerti pun mengatur nafasnya sebelum kembali bersuara. "Salah apa putriku pada kalian selama ini? Semenjak kalian hadir di rumah ini putriku selalu bersikap baik kepada kalian bahkan tidak pernah menunjukkan rasa iri saat kasih sayangku lebih besar pada Cita dibandingkan kepadanya. Saat Cita dan Hanum kuliah, aku memberikan fasilitas mobil pada Cita sedangkan Hanum hanya meminta sebuah motor. Apa kurangnya putriku? Dia sudah sangat baik pada kalian. Dia sangat menghargaimu sebagai ibu sambungnya. Tapi apa yang kau lakukan? Kau justru memfitnahnya hingga membuatku terhasut dengan fitnah yang ku buat!" Ucap Papa Irfan panjang lebar.

__ADS_1


"Papa... maafkan Cita dan Mama, Pa... kami khilaf..." Cita berniat ikut memohon pada Papa Irfan namun Papa Irfan dengan cepat menghentikan pergerakannya.


"Maaf? Harusnya perkataan itu kalian ucapkan pada putriku. Putriku yang sudah kalian fitnah habis-habisan hingga membuat hidupnya menderita!" Bentak Papa Irfan.


"Papa..." Mama Jelita dan Cita mengatupkan kedua tangan di dada kembali memohon. Tapi Papa Irfan tak memperdulikan permohonan apapun dari mereka.


Papa Irfan mengirup oksigen sebanyak-banyaknya. "Sekarang bereskan barang-barang kalian dari rumah ini!" Ucap Papa Irfan dengan tegas.


"Tidak, apa maksud Papa?" Mama Jelita mulai cemas.


"Kau mau tahu maksud saya apa?" Papa Irfan menatap tajam Mama Jelita. "Mulai saat ini aku talak dirimu! Kau bukan lagi istriku dan Cita bukan lagi bagian dari keluargaku!"


***


Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗

__ADS_1


__ADS_2