
Berita kehamilan Hanum pun akhirnya sampai di telinga Bu Shanty dan Tuan Mahesa. Tentu saja mengetahui menantu mereka kini sedang berbadan dua membuat mertua Hanum itu merasa sangat senang dan akhirnya memilih untuk berangkat ke ibu kota keesokan harinya.
Dio yang merasa sangat bersalah telah mengabaikan istrinya pun memilih menjaga Hanum yang sedang dirawat di rumah sakit dan mengabaikan Calista yang saat ini sudah sadar dari komanya.
"Apa kau benar tidak ingin melihat keadaan Calista?" Tanya Hanum pada Dio yang saat ini sedang duduk di kursi di sebelah ranjang Hanum.
Dio menggeleng. "Aku sudah meminta tolong Marvel untuk melihat keadaannya di sana. Marvel bilang kondisi Calista saat ini sudah cukup membaik dan tinggal melakukan beberapa terapi saja untuk pemulihan." Jawab Dio.
Hanum merasa lega mendengarnya. "Syukurlah kalau begitu. Semoga saja keadaannya semakin membaik." Harap Hanum.
Dio menganggukkan kepalanya. "Jangan memikirkan dirinya lagi. Sekarang fokuslah pada kesehatanmu." Tutur Dio.
Hanum mengusap tangan suaminya itu. "Iya, terima kasih karena kau sudah ada di sini bersamaku." Ucap Hanum.
Dio menggelengkan kepalanya. "Tidak perlu berterima kasih. Sudah kewajibanku menemanimu di sini." Jawabnya.
Hanum tersenyum saja mendengar perkataan suaminya itu. Hari itu Hanum benar-benar merasa senang karena Dio selalu ada di sampingnya dan tidak pernah berniat meninggalkannya.
__ADS_1
Kebahagiaan Hanum pun semakin bertambah karena kedatangan Bu Shanty dan Tuan Mahesa yang datang menjenguknya sambil membawa putranya.
"Hanum, apa kondisimu saat ini sudah baik-baik saja, Nak?" Tanya Bu Shanty lembut sambil mengusap rambut menantunya.
Hanum menganggukkan kepalanya. "Ya, Hanum sudah baik-baik saja, Ma. Jika besok kondisi Hanum semakin membaik dokter bilang besok Hanum sudah boleh pulang." Jawab Hanum.
Bu Shanty menghembuskan nafas lega. "Syukurlah kalau begitu. Mama harap setelah ini kau lebih banyak istirahat di rumah saja, ya. Mama sangat takut kau pingsan lagi seperti kemarin." Ucap Bu Shanty.
Hanum diam sambil menatap pada suaminya. Sejujurnya ia belum siap meninggalkan pekerjaannya. Namun sepertinya ia harus melakukannya untuk kesehatan dirinya dan anak mereka.
"Kau bisa bekerja lagi jika keadaanmu sudah semakin membaik. Untuk saat ini istirahat di rumah saja, ya." Pesan Dio.
"Mamah, apa benar Divan akan memiliki adik?" Tanya Divan dengan wajah polosnya.
Hanum tersenyum seraya menganggukkan kepalanya. "Apa Divan senang jika memiliki adik?" Tanya Hanum.
"Tentu saja, Ma. Divan sangat senang dan akan menjaga adik Divan nanti dengan baik." Jawab Divan.
__ADS_1
Hanum semakin melebarkan senyumannya begitu pun dengan yang lainnya. Mereka merasa bersyukur karena Divan merasa senang dengan kehadiran adiknya dan tidak menunjukkan wajah cemburu atas kehadiran adiknya.
Karena keesokan harinya kondisi Hanum sudah semakin membaik, akhirnya dokter pun memperbolehkan Hanum untuk pulang.
Kepulangan Hanum ke apartemen hari itu pun disambut dengan meriah oleh ketiga sahabat Dio yang datang membawa istri mereka masing-masing.
"Selamat atas kehamilanmu, Hanum." Ucap Naina setelah mengulurkan tangan pada Hanum.
"Terima kasih, Nai." Jawab Hanum seraya tersenyum.
"Sama-sama. Semoga kehamilanmu berjalan lancar hingga persalinan nanti." Ucap Naina.
Hanum mengaminkannya. Setelahnya Queen dan Windi pun bergantian memberikan selamat untuk Hanum atas kehamilannya lalu diikuti suami mereka masing-masing.
***
Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Noda Menjadi yang Kedua, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗