
"Maksudmu?" Tanya Hanum tak mengerti.
Dio hanya diam dengan senyuman tipis di wajah tampannya. Melihat suaminya yang hanya diam saja membuat Hanum memilih ikut diam dan melanjutkan memakan makanannya.
Saat sore hari telah tiba, Hanum terlihat tengah duduk di tepi balkon kamarnya menikmati pemandangan indah di sekitarnya. Dio yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi pun datang menghampiri Hanum ke balkon.
"Apa kau ingin jalan-jalan?" Tawar Dio sambil menjatuhkan bokongnya di kursi yang bersebelahan dengan Hanum.
"Apa kau mau menemaniku?" Tanya Hanum.
"Tentu saja jika kau ingin." Jawab Dio.
"Baiklah, kalau begitu ayo kita jalan-jalan!" Seru Hanum merasa senang.
Dio tersenyum lalu kembali bangkit dari duduknya. "Ayo." Jawabnya sambil mengulurkan tangannya pada Hanum.
Hanum dengan ragu menerimanya lalu mereka pun turun ke lantai bawah sambil bergandengan tangan. Melihat Dio dan Hanum yang sedang bergandengan tangan membuat wajah wanita muda itu terlihat masam seperti tak suka melihatnya.
Hanum yang melihat perubahan ekspresi wanita muda itu memilih menghiraukannya dan terus melangkah ke luar dari dalam villa.
"Dio, aku lihat di dekat villa ini ada motor. Apa kita bisa menggunakan motor itu untuk berjalan-jalan?" Tanya Hanum. Terbayang oleh Hanum nikmatnya berjalan-jalan menggunakan motor di sekitar villa tempat mereka menginap saat ini.
"Baiklah, aku akan mencoba meminjamnya. Kau tunggulah di sini." Ucap Dio.
__ADS_1
Hanum menurutinya. Hanum memilih duduk di sebuah kursi yang berada tidak jauh darinya berada sambil menunggu Dio kembali.
Tak lama menunggu, Dio nampak kembali menggunakan sebuah motor matic bewarna putih yang tadi dilihat oleh Hanum.
"Are you ready?" Tanya Dio dengan tersenyum.
"Ready!" Jawab Hanum cepat lalu naik ke atas motor.
Dio terus tersenyum melihat kebahagiaan di wajah istrinya hanya karena ia berhasil meminjam motor. Setelahnya Dio pun melajukan motornya dan meminta Hanum untuk memeluk pinggangnya.
Walau awalnya nampak ragu namun akhirnya Hanum menuruti permintaan suaminya itu. "Berangkat!" Seru Hanum tersenyum senang saat motor meninggalkan kawasan villa dan melaju di jalan raya.
"Kau terlihat sangat senang sekali padahal aku hanya mengajakmu naik motor saja." Ucap Dio pelan sehingga Hanum tidak dapat mendengarnya.
Dio terus melajukan motornya dengan diiringi senyuman manis terkembang di wajah mereka masing-masing.
"Sangat. Apa kau ingin berfoto di sini?" Tawar Dio.
"Bolehkah?" Tanya Hanum sedikit keras.
"Tentu saja." Jawab Dio lalu memelankan laju motornya dan akhirnya menepikan motornya.
Hanum pun segera mengeluarkan ponselnya dari saku celananya namun Dio dengan sigap menghentikan pergerakannya.
__ADS_1
"Gunakan ponselku saja agar fotomu terlihat lebih bagus." Ucap Dio.
"Maksudmu kamera ponselku tidak bagus?" Tanya Hanum.
Dio mengangguk mengiyakannya hingga membuat wajah Hanum masam karenanya.
"Sudahlah, ayo berpose aku akan memotretmu!" Titah Dio.
Hanum mengangguk saja lalu ia sedikit menjauh dari Dio mencari tempat yang bagus untu view fotonya.
"Jangan terlihat pendek!" Pekik Hanum saat Dio mulai mengambil fotonya.
"Pakai tangga saja jika kau ingin terlihat tinggi." Sahut Dio lalu menggelengkan kepalanya.
"Kau ini..." Hanum menggerut namun tetap berpose agar fotonya terlihat bagus di ponsel Dio.
Dio pun terus mengambil foto Hanum hingga akhirnya Dio mengajak Hanum untuk foto berdua.
"Enak saja kau ingin foto sendiri terus." Ucap Dio lalu mengambil foto mereka berdua.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗