
"Apa kau tidak terlambat jika mengantarkan aku lebih dulu ke perusahaan?" Tanya Hanum setelah ia dan Dio selesai mengantarkan Divan ke sekolahnya.
"Terlambat?" Dio tersenyum miring. "Kau lupa aku siapa?" Tanya Dio.
"Kau adalah pemilik cafe." Jawab Hanum seadanya.
"Itu kau tau. Jadi untuk apa kau bertanya. Aku tidak akan terlambat karena aku memiliki waktu yang bebas sebagai seorang pengusaha." Jawab Dio.
"Tapi bisa saja kau memiliki waktu bertemu dengan rekan kerjamu." Ucap Hanum mengeluarkan isi pemikirannya.
"Kau tenang saja. Aku memilih waktu bertemu tidak terlalu pagi. Agh, sudahlah. Jangan mengkhawatirkan diriku." Ucap Dio tak ingin Hanum berpikiran panjang.
"Baiklah." Ucap Hanum sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.
Dio pun ikut mengangguk lalu menambah kecepatan mobilnya karena jalanan yang mereka lewati sudah mulai tidak terlalu padat. Selama dalam perjalanan tidak terlalu banyak pembicaraan di antara Hanum dan Dio. Sepasang suami istri itu masih nampak canggung satu sama lain untuk bercerita bersama dan saling menjaga diri masing-masing.
Tak terasa mobil milik Dio pun sudah sampai di depan gerbang perusahaan Alexander. Hanum dibuat terkejut karena Dio melajukan mobilnya masuk ke dalam gerbang perusahaan.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Hanum dengan wajah cemas.
"Aku tidak melakukan apa-apa." Jawab Dio santai.
__ADS_1
"Kau..." Hanum dibuat tak dapat berkata-kata. Jujur saja saat ini ia mulai gugup karena harus keluar dari mobil Dio di dalam perkarangan perusahaan.
"Jangan gugup begitu. Kau tidak akan dimakan oleh Daniel karena aku mengantarkanmu sampai ke sini." Kelakar Dio.
Hanum menggelengkan kepalanya tanpa bersuara.
"Apa kau tidak mau keluar?" Tanya Dio.
Hanum diam menatap ke sekitarnya lebih dulu. Melihat banyaknya karyawan yang sedang berlalu lalang di dekat mobil Dio saat ini membuat Hanum merasa bingung bagaimana caranya keluar dari dalam mobil Dio.
"Keluarlah atau kau akan terlambat." Ucap Dio.
Hanum menganggukkan kepalanya. "Terima kasih karena telah mengantarkanku." Ucap Hanum lalu memberanikan diri untuk keluar dari dalam mobil.
"Lucu." Komentarnya. Setelahnya Dio pun melajukan mobilnya keluar dari perkarangan perusahaan Alexander dan tanpa disengaja berselisih dengan mobil mewah Richard yang masuk ke dalam gerbang.
"Dio?" Ucap Richard yang sangat mengetahui mobil siapa yang baru saja melewatinya. Setelahnya Richard tersenyum miring karena yakin Dio baru saja mengantarkan Hanum pergi bekerja.
"Sepertinya tugasku di sini tidak akan lama dan sebentar lagi akan selesai." Ucap Richard karena ia sudah melihat kemajuan dari hubungan Dio dan Hanum.
"Hanum?" Mendengar suara seseorang yang sangat dikenalinya membuat Hanum menghentikan langkahnya.
__ADS_1
Hanum menoleh menatap Sally yang kini berjalan mendekat ke arahnya.
"Cie cie..." ucap Sally dengan senyuman menggoda.
"Cie? Kenapa?" Tanya Hanum bingung.
"Cie... yang baru saja diantarkan pergi bekerja oleh suami." Ucap Sally memelankan suaranya saat mengatakan kata suami.
"Kau melihatnya?" Tanya Hanum.
"Tentu saja. Aku sangat jelas melihatnya. Bagaimana rasanya pergi diantarakan suami?" Tanya Hanum sambil membawa Hanum melanjutkan langkahnya.
"Rasanya?" Ulang Hanum lalu memikirkan perasaannya saat diantarkan oleh Dio tadi.
"Ya, rasanya bagaimana?" Ulang Sally.
Hanum terdiam sesaat lalu berkata. "Rasanya cukup bahagia." Jawab Hanum jujur apa adanya.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗