Istri Figuran

Istri Figuran
Kebahagiaan baru untuk Calista


__ADS_3

Rose benar-benar tidak menyangka jika gagalnya Calista menjalin hubungan dengan Dio membuat Calista menjadi wanita yang sulit untuk menerima cinta lagi di dalam hidupnya. Sebagai seorang teman yang baik untuk Calista, Rose hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk Calista tanpa berniat ikut campur dengan keputusan Calista.


Mobil milik Calista pun terus melaju hingga akhirnya sampai di rumah milik keluarga Rose. Calista menurunkan Rose di depan rumahnya lalu berpamitan untuk pulang ke kediamannya.


"Cal, aku yakin kebahagiaan akan datang kepadamu." Ucap Rose sambil menatap kepergian mobil Calista.


*


Dua puluh menit berlalu, Calista kini sudah masuk ke dalam rumah milik kedua orang tuanya. Saat sudah berada di ruang tengah, Calista bertemu dengan Mommy Diora yang sedang membaca majalah.


"Cal, kau sudah pulang?" Tanya Mommy Diora.


Calista menganggukkan kepalanya. "Cal pulang lebih awal hari ini, Mom." Jawabnya.


"Lalu apa kau jadi melihat anak Dio dan Hanum?" Tanya Mommy Diora.


Kepala Calista kembali mengangguk tanda mengiyakan perkataan Mommy Diora.


"Apa kau baik-baik saja, Nak?" Tanya Mommy Diora memastikan jika putrinya tidak terluka melihat mantan kekasihnya sudah bahagia dengan keluarga kecilnya.

__ADS_1


Calista mengembangkan senyum. "Mommy tenang saja. Cal sudah sangat baik-baik saja." Jawabnya.


Mommy Diora menghembuskan nafas lega. Akhirnya ketakutannya tentang perasaan Calista sirna sudah setelah mendengar jawaban dari putri sematawayangnya itu.


"Kalau begitu Cal ke kamar dulu." Pamitnya yang sudah merasa lelah.


Mommy Diora mengiyakannya dan Calista pun langsung pergi dari hadapan Mommy Diora. Menaiki tangga menuju lantai atas dimana kamarnya berada.


"Calista, Mommy tahu kau adalah wanita yang baik. Mommy harap setelah ini kebahagiaan akan datang kepadamu, Nak." Ucap Mommy Diora sambil menatap kepergian Calista.


*


"Ehm." Calista berdehem setelah menghabiskan makanannya dan mengelap mulutnya dengan tisu.


Mommy Diora dan Daddy Berto yang sudah siap menghabiskan makanan masing-masing pun melakukan hal yang sama.


"Cal, ada yang ingin Daddy bicarakan kepadamu." Ucap Daddy Berto.


"Katakan saja, Dad." Jawab Calista sambil menatap wajah Daddy Berto.

__ADS_1


"Kita bicarakan di ruang tengah saja." Ucap Daddy Berto.


Calista mengangguk menyetujuinya. Setelah lima menit berlalu mereka pun beranjak dari meja makan menuju ruang tengah berada.


Calista yang sudah berada di ruang tengah pun memilih duduk di kursi single yang berhadapan dengan kedua orang tuanya.


"Jadi apa yang ingin Daddy bicarakan?" Tanya Calista sambil menatap intens wajah Daddynya.


Daddy Berto menghela nafas sebelum menjawab perkataan Calista. "Cal, Daddy tahu kau pasti tidak akan nyaman mendengar perkataan Daddy ini. Tapi Daddy tetap harus mengatakan atau mempertanyakannya kepadamu." Ucap Daddy Berto.


"Katakan saja, Dad." Jawab Calista.


"Cal... di hidup Mommy dan Daddy hanya kaulah yang kami punya. Dan hanya kau yang menjadi harapan kami saat ini. Di usiamu yang sudah tidak lagi muda dan sudah menginjak tiga puluh tahun, Daddy dan Mommy sudah sangat mengharapkan kau untuk menikah, Nak." Ucap Daddy Berto.


Deg


Calista tertegun hingga akhirnya terdiam setelah mendengarkan perkataan Daddynya.


***

__ADS_1


__ADS_2