Istri Figuran

Istri Figuran
Tidak suka melihatnya


__ADS_3

"Hanum, apa kau tidak apa-apa?" Tanya Sally karena Hanum hanya diam tak membalas perkataannya.


"Emh, ya, aku baik-baik saja." Jawab Hanum.


"Apa kau merasa terkejut jika Tuan Dio adalah pemilik dari cafe ini?" Tebak Sally.


Hanum menggelengkan kepalanya. "Aku hanya sedang mengingat sesuatu saat ini." Kilah Hanum.


"Oh..." Sally mengangguk saja seakan percaya dengan apa yang Hanum katakan.


Tak berselang lama pesanan makanan mereka pun akhirnya tiba. Sally menatap dengan mata berbinar makanan di depannya saat ini yang terlihat sangat menggugah selera.


"Hanum, kau harus mencoba bebek panggang ini. Rasanya sangat enak sekali." Ucap Sally memberitahu Hanum.


Hanum menganggukkan kepalanya lalu mengambil sedikit daging bebek panggang yang terhidang di atas meja.


Selama mereka menikmati makanan masing-masing, Dio beserta ketiga sahabatnya terlihat tengah menatap ke arah mereka dengan intens.


"Apa menurutmu Hanum mengetahui jika cafe ini adalah milik Dio?" Tanya Kevin pada Marvel.


"Aku rasa tidak. Dan aku rasa Dio tidak pernah memberitahu apa pekerjaannya pada Hanum." Sindir Marvel.

__ADS_1


Dio mendecakkan lidahnya. Ketiga sahabatnya ini memang sangat suka menyindirkan akhir-akhir ini.


"Dio... Dio..." Daniel menggeleng-gelengkan kepalanya. "Cobalah untuk menerimanya. Aku lihat Hanum adalah wanita yang baik dan tidak banyak cerita seperti mantanmu terdahulu." Ucap Daniel.


"Mantan terdahulu apa yang kau maksud?" Dio menatap Daniel dengan tajam.


Yang ditatap pun hanya tersenyum sambil mengangkat kedua bahunya. Melihat respon Daniel tentu saja membuat Dio menjadi kesal karenanya.


"Sudahlah, ayo kita lanjutkan makannya." Ajak Kevin karena waktu istirahat mereka sebentar lagi akan habis. Walau mereka adalah seorang pemilik perusahaan tapi mereka tidak ingin bersikap sesuka hati dengan masuk dan pulang bekerja di perusahaan.


Daniel dan Marvel mengangguk mengiyakannya lalu kembali melanjutkan menghabiskan makanan mereka masig-masing.


Sementara di meja Hanum berada, Alfin terlihat memperhatikan wajah Hanum yang sedang makan dengan intens.


"Ehm..." Alfin tak menjawab pertanyaan Gaga justru mendekatkan tubuhnya pada Hanum.


"Hanum, maaf." Ucap Alfin lalu mengelap sudut bibir Hanum yang terdapat banyak noda dengan tisu.


"Eh." Hanum merasa terkejut dengan pergerakan Alfin. Namun setelah itu Hanum mengucapkan terima kasih karena sadar di sudut bibirnya terdapat noda makanan.


"Sama-sama." Jawab Alfin lalu menjauhkan tubuhnya.

__ADS_1


"Ck. Pandai sekali kau mencari perhatian Hanum." Cibir Sally pada Alfin.


Alfin tersenyum miring mendengarnya. "Jangan terlalu sering berpikiran buruk kepadaku. Aku hanya ingin membantu menghilangkan noda di sudut bibirnya." Kilah Alfin.


"Ya, ya. Aku percaya padamu." Ucap Sally berbanding terbalik dengan isi hatinya saat ini.


Alfin tersenyum saja mendengarnya begitu pun dengan Hanum.


Dio yang tidak sengaja melihat interaksi Alfin pada istrinya nampak mengepalkan sebelah tangannya di bawah meja. Entah mengapa ia sangat tidak suka jika istrinya disentuh oleh pria lain walau hanya mengelap sudut bibirnya saja.


"Ada apa?" Tanya Daniel yang menyadari perubahan ekspresi Dio.


Dio menggelengkan kepalanya. Untung saja ketiga sahabatnya tidak melihat apa yang Alfin lakukan tadi pada Hanum hingga ia tidak harus repot-repot mencari kebohongan untuk menjawab pertanyaan Daniel.


"Kau terlihat sedang kesal. Apa kau merasa kesal karena istrimu makan bersama pria lain?" Tanya Marvel berniat menggoda Dio.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2